Kisah Suami Istri Muslim yang Turut Membersihkan Gereja Santa Lidwina Sleman


SURATKABAR.ID – Sejak Senin (12/2/2018) pagi, umat Gereja Santa Lidwina di Bedog, Sleman, Yogyakarta, berdatangan. Mereka semua hadir di sana untuk mulai membersihkan area Gereja, baik bagian luarnya maupun di dalam.

Seperti diberitakan kompas.com, salah satu umat Gereja Santa Lidwina, Tiyo, menyebut bahwa pihak kepolisian sudah mengizinkan umat untuk membersihkan gereja.

“Kami hari ini mulai membersihkan gereja. Sudah diizinkan pihak kepolisian,’ katanya.

Para jemaat Gereja Santa Lidwina mengepel bercak darah yang ada di lantai. Ada juga yang menyapu kotoran dan memunguti pecahan kaca. Kegiatan ini diikuti seluruh umat gereja. Rencananya, bersih-bersih gereja ini akan berlangsung hingga Kamis (15/2/2018).

“Semua kami bersihkan, barang-barang juga diperbaiki. Jumat nanti bisa untuk ibadah lagi,” ujar Tiyo.

Di antara umat gereja, ada seorang wanita berhijab yang turut serta membersihkan gereja. Ia adalah Jir Harsani (30), warga Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman. Ia datang bersama suaminya, Ahmad Muttaqin(37).

“Kita ini sesama manusia dan anak Indonesia, sudah selayaknya untuk saling membantu,” kata Harsani saat ditanya alasannya turun tangan ikut membersihkan gereja.

Harsani juga mengatakan bahwa perbedaan agama tidak menjadi alasan untuk tidak peduli satu sama lain. Justru, sebagai umat beragama, imbuhnya, mereka harus saling membantu dan bersimpati ketika salah satu dari mereka terkena musibah.

“Kita ini sesama manusia, anak Indonesia yang beragama. Sebagai sesama umat beragama harus saling membantu dan menunjukkan simpati,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pada Minggu (11/2/2018) lalu, seorang pria tak dikenal melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam kepada umat Gereja Santa Lidwina yang tengah melangsungkan ibadah misa.

Akibat dari penyerangan tersebut, 3 umat, 1 pastor, dan 1 anggota kepolisian mengalami luka-luka akibat senjata tajam. Sementara pelaku sendiri sampai saat ini masih di bawah penanganan pihak berwenang.