Lapor Polisi Karena Merasa Difitnah, SBY Minta Jokowi Lakukan Ini


    SURATKABAR.ID Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa sangat kecewa dengan perkembangan kasus korupsi e-KTP yang belakangan menyeret-nyeret namanya.

    SBY meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut membantu menegakan keadilan dan menuntaskan kasus dugaan fitnah terhadap dirinya di perkara korupsi e-KTP.

    “Saya masih percaya pada Kabareskrim, Kapolri, dan Presiden Jokowi. Mudah-mudahan akan menindaklanjuti apa yang saya adukan nanti,” ujar SBY saat memberikan keterangan pers di kantor DPP Demokrat, Wisma Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018), dikutip dari cnnindonesia.com.

    SBY merasa politikus Mirwan Amir telah mencatut namanya ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 25 Januari lalu.

    “Seolah menurut mereka saya terlibat dalam proyek pengadaan e-KTP itu,” kata SBY.

    SBY tidak menampik jika ada kemungkinan dirinya akan kalah dalam kasus ini. Terlebih jika yang dihadapi adalah sebuah konspirasi besar.

    Baca Juga: Kesal dengan Sikap Setya Novanto, SBY: Air Susu Dibalas Air Tuba

    “Kalau saya kalah, paling tidak sejarah mencatata, ada seorang warga negara yang bernama Susilo Bambang Yudhoyono, mencari keadilan dan warga negara itu kalah. Itulah jihad saya,” ungkapnya.

    Sebelumnya dikabarkan jika Mirwan saat bersaksi di pengadilan menyatakan jika pernah menyarankan kepada SBY untuk menghentikan proyek pengadaan e-KTP yang dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri. Namun, menurut mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, proyek tersebut ternyata terus berlanjut.

    Mirwan menyebut jika SBY menolak penghentian proyek tersebut. “Tanggapan SBY ini menuju pilkada bahwa proyek ini harus diteruskan,” ujar Mirwan di pengadilan, dikutip dari tempo.co, Senin (29/1/2018).

    Sementara itu, Setya Novanto mengaku kaget dan menolak menanggapi masuknya nama SBY dalam kesaksian Mirwan tersebut. “Mungkin Pak Mirwan lebih tahu daripada saya,” ujar Setya.