Tak Punya Dokumen Resmi, TKW Karawang Terlantar di Rumah Sakit Arab Saudi


SURATKABAR.ID – Sarah binti Rasim warga Dusun Langseb, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terlantar di Rumah Sakit Al Adwani, Taif, Arab Saudi.

Tenaga Kerja Wanita (TKW) berusia 48 tahun ini terlantar di rumah sakit karena tak memiliki biaya. Bahkan, rumah sakit juga mengancam akan menghentikan perawatan jika pasien tak membayar biaya sebesar SAR 25.000 atau sekitar Rp 90 juta.

Sarah yang sempat koma ini membutuhkan perawatan medis hingga sembuh dari penyakitnya. Sayangnya, hingga kini pemerintah Indonesia belum turun tangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto, mengaku telah menghubungi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui surat.

Baca juga: Marah Besar, Prabowo: Kalian Berkhianat? Dapat Apa dari Jokowi?

Dalam surat tersebut Ahmad meminta agar TKW asal Karawang ini segera dibantu mendapatkan biaya perawatan rumah sakit dan dapat dipulangkan ke Indonesia. Pihak Disnakertrans juga mengaku bahwa sudah mengetahui Sarah menderita komplikasi jantung.

“Sudah kita koordinasikan dengan pihak Kemenlu agar warga kita itu segera mendapat pertolongan bantuan biaya pengobatan selama menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Kita juga meminta Kemenlu membawa pulang Sarah karena dokumennya bermasalah setelah paspornya dibawa lari mantan majikan,” ujarnya, Rabu (27/12/2017), seperti dilansir sindonews.com.

Sebelumnya, Sarah juga sempat ditolak oleh rumah sakit di Arab Saudi karena tak memiliki dokumen resmi. Namun, karena kondisinya sudah parah dan sempat mengalami koma, akhirnya pihak rumah sakit bersedia menangani.

“Kita sudah mengirimkan surat agar Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri membantu biaya pengobatan Sarah. Surat itu disampaikan beberapa hari lalu, dengan harapan pihak Kemenlu segera membantu Sarah. Sebab Sarah merupakan WNI,” ujarnya.

Baca juga: Sultan Brunei Disebut Boikot Hongkong Karena Ustad Somad, Padaha Faktanya Adalah…

Sarah berangkat menjadi TKW pada tahun 2006 melalui Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) Safika Jaya Utama. Namun, perusahaan tersebut sudah tak lagi beroperasi. Ia juga tak memiliki dokumen resmi.

“Permasalahannya Sarah tidak memiliki dokumen resmi karena seluruh dokumen resmi, termasuk paspor miliknya ditahan oleh mantan majikannya,” katanya.