Resmi! Ini Daftar Pelaku Persekusi Ustad Abdul Somad yang Dipolisikan


SURATKABAR.ID – Penceramah kondang Ustad Abdul Somad sempat ditolak massa saat akan melakukan safari dakwah di Bali awal Desember lalu.

Tak hanya itu, dalam penolakan tersebut juga terjadi tindak persekusi oleh sejumlah anggota ormas. Kini, masalah tersebut telah diproses hukum.

Beberapa anggota ormas yang diduga melakukan persekusi juga telah dilaporkan ke Bareskrim Polri, Selasa (12/12/2017) kemarin.

Pelapornya adalah Ismar Syafrudin yang didampingi kuasa hukumnya, M Kamil. Ismar melaporkan 10 orang yang diduga terlibat dalam persekusi tersebut. 10 orang ini merupakan anggota dari 4 ormas yang mendatangi Ustad Somad ke penginapannya di Bali.

Baca juga: Tak Berniat Ikut Mempersekusi Ustadz Somad, Ini Petisi yang Dikeluarkan Laskar Bali

“10 orang dari 4 ormas, yaitu Laskar Bali, Garda Nasional Patriotik Indonesia (Ganaspatik), terus Patriot Garda Nusantara, Perguruan Silat Sandi Murta, dan 1 orang anggota DPD,” tutur Ismar di Bareskrim Polri, Selasa (12/12/2017), seperti dilansir jawapos.com.

Terkait laporannya tersebut, Ismar juga membawa sejumlah barang bukti berupa 1 rekaman video yang beredar di media sosial, 2 rekaman video yang tidak beredar, serta beberapa cuitan bernada provokatif di media sosial.

“Bukti cuitannya (di medsos), 1 rekaman video yang beredar, dan 2 yang tidak beredar,” terang Ismar.

Dalam laporan tersebut, Ismar menyinggung pasal terkait ancaman pembunuhan dan tindak pidana menghalangi kemerdekaan seseorang.

Sebelum membuat laporan, Ismar sebelumnya sempat menyebutkan sejumlah nama yang akan dipolisikan. Diantaranya adalah I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Ketut Ismaya, Jamimah Mulyandari, Gusyadi, Miko Jatmika, dan Arif.

Selain Ismar, diperkirakan akan ada lagi pihak yang melaporkan kasus persekusi terhadap Ustad Abdul Somad. Pihak lain yang diduga juga akan melaporkan adalah GNPF MUI, Masyarakat Adat Melayu Riau, maupun Ustad Abdul Somad sendiri.

Baca juga: Tolak Ustad Abdul Somad, Anggota DPD Ini Ingin Bali Seperti Israel

Sementara itu, Anggota DPD Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna mengaku akan menuntut balik Ismar Syafrudin. Menurut Arya, pencatutan namanya dalam laporan tindak persekusi merupakan pencemaran nama baiknya selaku anggota legislatif di mata publik.

“Sesungguhnya tidak ada bukti-bukti keterkaitan saya dengan aksi persekusi maupun yang ada di Bali,” tegasnya.