Awalnya Warga Temukan Puluhan Piton Kecil Berkeliaran, yang Terjadi Selanjutnya Bikin Merinding


SURATKABAR.ID – Ular merupakan salah satu hewan liar yang cukup ditakuti oleh manusia. Meski tak semuanya berbisa, namun ular tetap dianggap berbahaya.

Jika ular kobra ditakuti karena memiliki bisa mematikan, ular piton ditakuti karena ukurannya yang cukup besar. Meski tak memiliki bisa beracun seperti kobra, piton bisa menelan bulat-bulat mangsanya.

Di Indonesia, manusia yang dimangsa piton pernah terjadi pada bulan Maret 2017 lalu di Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa mencekam ini juga sempat menjadi sorotan dunia internasional.

Kala itu, pria bernama Akbar bin Ramli (25) mendadak hilang bagai ditelan bumi. Padahal, paginya ia berpamitan menuju kebun sawit untuk memanen.

Baca juga: Ngeri! Potongan Kepala Hingga Ceceran Tubuh Manusia Berserakan di Lingkar Weleri

Namun, Akbar tak pernah pulang. Hingga kemudian, warga setempat menemukan ular piton sepanjang 7 meter dengan perut sangat besar. Benar saja, ketika dibedah, akbar ditemukan meninggal di perut piton tersebut.

Kali ini, kemunculan ular piton berukuran besar kembali menjadi perhatian. Sebab, warga Patai Nirwana, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menemukan seekor ular piton atau sanca kembang sepanjang 8 meter.

Penemuan ini berawal ketika anak-anak kecil di daerah tersebut kerap menemukan ular piton kecil di halaman rumah warga. Tak main-main, jumlahnya diperkirakan mencapai 20 ekor.

Kemudian, salah satu warga bernama La Ode Musilin dibuat terkejut saat mengusir segerombolan monyet. Sebab, dia juga melihat seekor piton raksasa.

“Saya awalnya mengusir segerombolan monyet. Saat mau balik saya lihat ekornya, saya kaget dan langsung lari memanggil warga,” ujarnya, dilansir tribunnews.com.

Ular piton raksasa ini diduga kuat merupakan induk dari puluhan piton kecil yang sempat ditemukan sebelumnya.

Baca juga: Mengejutkan! Begini Cara Tunawicara Lakukan Akad Nikah. Bikin Nangis Bombay

Mendengar soal kemunculan ular raksasa, warga segera berdatangan dengan membawa tali, tombak dan kayu untuk menangkapnya. Setelah berhasil ditangkap, warga segera membunuh ular raksasa ini. Mereka takut ular ini akan menyerang dan memangsa jika dilepas.

“Ular ini kami b***h. Kami khawatir kalau dilepaskan atau dibiarkan akan menyerang warga di sini,” ujar La Ode Musilin.