WNI Asal NTT Ditangkap di Nigeria, Sang Kakak: Pak Jokowi, Tolong Selamatkan Adik Kami


SURATKABAR.ID – Otoritas Nigeria tengah menahan seorang warga Negara Indonesia (WNI). Ia adalah Frederik Fatin Omenu, warga asal Kefamenanu, Kabupaten Timor tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Federik dituduh melakukan pembajakan minyak di Perairan Nigeria.

Kini, rasa was-was tengah menghinggapi keluarga Frederik di kampung halmannya sana. Mereka berharap agar anggota keluarganya itu segera dipulangkan ke Indonesia sebab yakin bahwa Frederik tidaklah bersalah dan justru ia menjadi korban.

Seperti diberitakan kompas.com, Kakak kandung Frederik, Kristoforus Yohanes Omenu mengatakan bahwa dirinya ditelepon oleh adiknya kemarin. Sang adik mengatakan bahwa minggu depan kasusnya akan sampai ke pengadilan.

“Kami keluarga besar sangat gelisah dengan kondisi adik kami ini sehingga kami mohon Pak Jokowi, tolong selamatkan adik kami di Nigeria karena dia tidak bersalah,” ujar Kristoforus, Rabu (30/8/2017).

Baca Juga: Ada Aktor Politik di Balik Saracen, Wiranto: Kami Kejar Terus

Kristoforus mengaku Kementerian Luar Negeri telah meneloponnya beberapa waktu lalu. Mereka mengatakan padanya bahwa pihak pemerintah akan segera mengurus semua hal untuk membebaskan dan memulangkan Federik.

Namun, seiring waktu berjalan, kasus Federik kini justru akan segera naik ke persidangan di Nigeria sana. Oleh sebab itulah, kata Kristoforus, dirinya beserta seluruh keluarganya meminta bantuan ke Presiden Jokowi.

“Harapannya segera dibebaskan karena adik kami ini kerja juga mengantongi izin yang lengkap, sehingga kita minta segera dibebaskan dan kita minta perusahaan yang mempekerjakannya harus bertanggung jawab,” papar Kristoforus.

Beberapa waktu ke belakang telah diberitakan bahwa otoritas di Nigeria dikabarkan telah menangkap seorang warga Negara Indonesia asal Kefamenanu, Nusa Teggara Timur yang tak lain adalah Frederik Fatin Omenu. Pria 27 tahun ini ditangkap sekaligus ditahun oleh agen intelijen Nigeria.

Frederik bekerja di sebuah kapal motor tanker Tecne yang beroperasi di Benin, Afrika. dirinya ditangkap bersama kru kapal lainnya dengan tuduhan melakukan pembajakan minyak di Perairan Nigeria.

Sementara itu, Koordinator Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) OFM Timor, Christo Tara pada hari Rabu (23/8/2017) lalu mengatakan, “Kami mendapat pngaduan dari keluarga bahwa Frederik ditangkap dan ditahan sejak 27 April 2017 lalu.”