Netizen Heboh Patung R.A Kartini Bertuliskan Aksara Cina, Ternyata Begini Faktanya


    SURATKABAR.ID – Isu negatif soal Cina kembali mencuat kepermukaan. Kali ini terkait patung R.A Kartini yang berada di Monumen Nasional (Jakarta).

    Sebuah foto yang di unggah ke Facebook mengawali perdebatan netizen di media sosial soal patung tersebut. Bahkan, netizen meminta agar tulisan pada patung ini dihapus.

    Dalam foto yang diunggah Sadewa Putra Sadewa terlihat seseorang berfoto di dekat patung R.A Kartini dengan latar belakang Monas.

    Di tembok tempat patung ini berdiri, terlihat tulisan yang bukan aksara Jawa ataupun bahasa Indonesia. Sekilas, memang tulisan tersebut sangat mirip dengan aksara Cina.

    Baca juga: Ainun Meninggal Dunia di Rumah Sakit, BJ Habibie Sempat Anggap Semua Dokter Gagal

    Alhasil, netizen pun geger dibuatnya. Beragam komentar negatif dan provokatif juga mereka tulis di Facebook. Perdebatan pun dimulai. Tak sedikit yang menyalahkan pemerintah atas tulisan ini.

    Bagaimana pemerintah. Mgapa tidak pakai bahasa indonesia. Hapus tu tulisan….” tulis netizen dengan akun Eddy Abdullah, dilansir tribunnews.com.

    Namun, ada pula netizen yang memberi pembelaan dan menyontohkan makam Sunan Ampel. Menurutnya, di tempat tersebut bahasa Cina dan aksara Cina adalah salah satu yang digunakan.

    Hahaha.. Beginilah kalau “bego” dipelihara dan ditumbuh kembangkan… Silahkan piknik jalan ke makam Sunan Ampel.. Disana dipergunakan 5 bahasa.. Satu diantaranya bahasa cina dan ada aksara cina juga sebagai petunjuk.” kata Tonni OS Saragih.

    Lantas, benarkah tulisan yang terpahat pada dinding patung R.A Kartini merupakan aksara Cina?

    Dilansir tribunnews.com, tulisan itu bukanlah aksara Cina, melainkan huruf Kanji asal Jepang. Kepala Kantor Pengelola Kawasan Monas Sabdo Kristianto pun menanggapi perihal huruf Kanji tersebut.

    Menurutnya, patung ini merupakan pemberian dari pemerintah Jepang untuk Indonesia. Oleh karena itu, tulisan yang terpahat merupakan tulisan Jepang.

    “Karena, patung itu memang diberikan oleh pemerintah Jepang tahun 1980-an,” tutur Sabdo, Rabu (16/8/2017) lalu.

    Patung ini diserahkan oleh Duta Besar Jepang Yutaka Himura kepeda Gubernur Jakarta Sutiyoso, 20 Desember 2005 silam.

    Baca juga: Mahar Rp 15 Ribu Hingga Isu Perceraian, Begini Curhat Istri Opick

    Sementara itu, huruf Kanji yang terpahat pada bagian dinding patung R.A Kartini ini juga pemberian dari pemerintah Jepang sebagai hadiah sekaligus bentuk persahabatan antara Indonesia dan Jepang.

    Nah, sudah tahu kan faktanya?