Miris, Begini Pengakuan Mengejutkan Siswi SMP yang Bertarif Rp 500 Ribu


SURATKABAR.ID – Seorang siswi yang duduk di bangku kelas IX SMP berinisial nama AG, asal Makassar, Sulsel, terungkap terlibat jaringan prostitusi online. Mucikarinya menggunakan salah satu akun media sosial untuk menjaring pelanggannya. Menurut pengakuan AG, sudah 4 bulan ia menjalankan bisnis haram tersebut, dengan tarif kisaran Rp 500 ribu ke atas.

Seperti dikutip dari FAJAR (Jawa Pos Group) via JPNN.com, Senin (31/7/2017), beberapa tim wartawan menelusuri keberadaan siswi SMP tersebut dengan berteman terlebih dahulu di salah satu media sosial AG. Mirisnya, dalam akun medsosnya tersebut, AG menuliskan dirinya sudah berumur 17 tahun. Padahal, fakta mengungkapkan tentu saja ia baru berusia 15 tahun.

Melalui media sosial tersebut, FAJAR berhasil melakukan percakapan dengan AG. AG memilih mode bisikan agar pesan yang ditulisnya tidak tersimpan. Tanpa basa-basi, AG menawarkan kemolekan tubuhnya dengan tarif di atas Rp 500 ribu. Setelahnya, ia memberitahukan keberadaannya di salah satu wisma di arah Selatan Makassar, yang kemudian disambangi FAJAR.

Begitu tiba di lokasi yang disebutkan, tampak salah seorang karyawan wisma sedang tertidur pulas di kursi. Sementara itu, seorang lainnya masih terjaga dan asyik menonton saluran televisi.

Baca juga: Begini Kebenaran Mengenai Presidential Threshold Menurut Mendagri dan Ketum PPP

Beberapa menit berselang seorang remaja perempuan muncul dari balik kamar sambil mengenakan handuk. Inilah anak yang akan menjajakan dirinya. Namun rupanya, dia tidak sendirian. Dua pria dewasa menyusul di belakangnya. Kedua pria itu pun keluar dari kamar AG.

“Keluarki tawwa, ada tamunya, ” tutur salah seorang pria itu.

Kepada FAJAR, AG mengaku, kedua pria itu temannya. Mereka inilah yang menjaganya, jika ada pelanggannya yang ingin berbuat jahat atau tidak mau membayar. FAJAR pun tercengang mendengar pengakuan AG yang mengaku berumur 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP tersebut.

AG yang biar bagaimanapun masih naif dan polos tersebut bahkan memperlihatkan foto dirinya yang tengah mengenakan pakaian seragam putih biru saat berada di sekolah.

AG kemudian secara terbuka menceritakan bagaimana awal mulanya ia sampai terjun ke dunia prostitusi. Menurut penuturannya, hal ini terjadi sejak Maret lalu setelah ia putus dengan pacarnya. Tak hanya itu, hubungan dengan orang tuanya juga kurang harmonis.

“Semenjak itu, saya jarang pulang ke rumah dan malas ke sekolah,” ungkapnya.

Dia juga mengaku uang yang diperolehnya hanya cukup untuk menutupi pembayaran kamar wisma yang ditempatinya tersebut, juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya karena memutuskan meninggalkan rumahnya.

“Penjaga wisma juga sudah tahu, kalau saya begini di sini (prostitusi di wisma),” akunya.

Pandangan Psikolog UNM

Widyastuti yang merupakan Psikolog UNM menjelaskan, fenomena ini terjadi karena sejumlah faktor. Beberapa diantaranya, menurutnya, disebabkan oleh kondisi keluarga, hubungan dengan orang tua dan pergaulan di sekolah.

Baca juga: Ekstrim! Wanita China Ini Lakukan Operasi Plastik Demi Hindari Utang Rp 49 Miliar

“Pada kondisi inilah, anak menjadi rentan terkena pengaruh negatif dari lingkungan ataupun teman-temannya,” tandasnya.