Waduh! Pejabat Jatim Ini Ketahuan Jadi Pelanggan Tarian Tanpa Busana di Inul Vista Kediri


SURATKABAR.ID – Salah satu cabang usaha milik Inul Daratista, Karaoke Inul Vista di Kediri, digerebek Subdit Renakta Ditreskmum Polda Jatim.

Penggerebekan yang digelar pada Kamis (13/7/2017) malam tersebut dilakukan karena adanya dugaan tarian tanpa busana yang digelar pejabat Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di wilayah jawa Timur.

Dalam penggerebekan tersebut, 10 orang berhasil diamankan dan digiring ke Mapolda karena diduga terlibat dalam praktik prostitusi.

Dari 10 orang yang digiring, empat diantaranya merupakan penari tanpa busana. Mereka adalah Popy (32), ‎Wida (31), ‎Rosa (23), ‎dan Echa (26).

Baca juga: Hari Ini Matahari Tepat di Atas Kakbah, Begini Himbauan Kemenag

Sementara enam orang lainnya adalah Dewi selaku kasir, Aldi waitress, Supri sebagai petugas keamanan, Ilham selakiu manager, serta dua orang tamu di room 2, Alfian dan Adi.

Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat karaoke milik Inul tersebut, yakni bill room, uang Rp 5 juta yang diduga untuk membayar tarian tanpa busana, celana dalam, serta ponsel.

Penggerebekan ini bermula ketika polisi mendapat informasi bahwa manager Inul Vista Kediri dapat menyediakan tarian tanpa busana untuk para tamu.

Bahkan, para perempuan ini juga bersedia memberikan layanan lebih seperti hubungan intim di room.

Saat penggerebekan, empat perempuan tanpa busana tengah asyik meliuk-liukkan tubuh mereka sehingga tak bisa berdalih lagi. Dihadapan mereka, duduk dua tamu yang disebut-sebut sebagai pejabat lapas di wilayah Jawa Timur.

Namun, belum ada kepastian soal kabar yang menghebohkan tersebut. Sebab, pihak kepolisian enggan merinci informasi soal penggerebekan tersebut.

“Kalau soal kecelakaan (kecelakaan di Probolinggo) saya mau. Tapi kalau di Kediri saya tidak berani,” tutur Kombes Frans Barung Mangera, dilansir tribunnews.com.

Baca juga: Geger! Guru Ngaji Cantik Ajarkan Santri Salat Hadap Matahari

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkum HAM Jatim Harun Sulianto membantah adanya keterlibatan pejabat lapas dalam penggerebekan tersebut.

“Kabar Kalapas Blitar digerebek tidak benar. Saya sudah telepon Kalapas Blitar, beliau dari kemarin dinas di Jakarta. Kepala Rupbasan juga dinas di Bandung. Jadi, kabar itu tidak benar,” katanya.