Soal Kasus Cinta Ditolak Go-Food Bertindak, Begini Kata Polisi


SURATKABAR.ID – Publik jagat maya beberapa waktu belakangan dihebohkan dengan postingan tentang teror Go-Food terhadap pria bernama Julianto, warga Matraman.

Diduga, pelaku teror adalah wanita berinisial A yang cintanya ditolak oleh Julianto. Untuk memaksa Julianto menerima cintanya, wanita ini nekat melakukan order fiktif.

Merasa terganggu dan dirugikan karena kasus tersebut, Julianto akhirnya membawa kasusnya ke kantor polisi. Kini, Polres Jakarta Timur sedang membentuk tim guna menyelidiki kasus tersebut.

“Sudah lapor atau tidak lapor itu sudah diberitakan media, Kasat Reserse dan Polsek Matraman tangani ini baik-baik,” tutur Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo, Sabtu (8/7/2017) malam, dilansir detik.com.

Baca juga: Tidur Bersama 10 Pria di Penjara, Begini Pengakuan Saiful Jamil

Saat ini, Andry menuturkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki motif order fiktif itu. Apakah benar karena cinta atau ada persoalan lain.

“Apakah motifnya itu iseng atau motif cinta ini persoalan, tadi saya telepon Kapolsek Matraman cobalah itu temuin orangnya, temuin pemudanya, sasarannya siapa sih perempuannya atau siapa,” katanya.

Untuk itu, Polres Jakarta Timur dan Polsek Matraman akan menemui Julianto dan wanita berinisial A yang disebut sebagai Sugiarti alias Arti (26).

“Karena identitasnya kan inisial A dan sebagainya, itu persoalannya. Teror ada dua karena ada cinta atau memang jahat. Ini kan segera temuin agar selesai,” lanjut Andry.

Berbeda dengan Andry, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan, pihaknya belum bisa menyelidiki kasus ini karena belum ada laporan dari korban.

“Kalau enggak ada laporan, polisi tahu dari mana dong?,” kata Kombes Argo.

Arti sendiri yang dituding sebagai pelaku teror oleh Julianto dan Dafi, membantah dirinya terlibat. Dari penelusuran, ketiganya diketahui terlibat dalam cinta segitiga yang cukup rumit.