Bertemu Pansus Hak Angket, Para Mahasiswa Ngamuk Karena Ini


SURATKABAR.ID РRapat audiensi antara Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus Hak Angket KPK) dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung berlangsung ricuh.

Kericuhan dalam rapat yang diselenggarakan di Ruang KK II, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Jumat (7/7/2017) itu dipicu oleh sikap anggota Pansus Hak Angket KPK.

Para anggota DPR ini menolak menemui ratusan massa yang berkumpul di depan Gedung MPR-DPR.

Sementara itu, Ketua BEM UI Muhammad Syaeful Mujab mengatakan bahwa para mahasiswa tak mengakui keberadaan Panitia Hak Angket. Untuk itu, Syaeful meminta agar para anggota menemui massa sebagai anggota DPR.

Baca juga: Terjadi Lagi! Dokter Militer Tampar Petugas Bandara

Bukan hanya itu, para mahasiswa juga menolak berdialog dengan Pansus Hak Angket KPK di dalam ruangan. Massa ingin para anggota DPR bisa dialog terbuka di hadapan khalayak ramai.

“Kami ingin Bapak-bapak berdialog secara terbuka dengan rakyat di depan. Bukan di ruangan yang nyaman ini,” tutur Syaeful dilansir tempo.co.

Bahkan, untuk menunjukkan penolakan tersebut, mahasiswa yang hadir juga tak bersedia menandatangani daftar hadir yang ada.

“Bapak-bapak kami anggap sebagai anggota Dewan, bukan sebagai anggota (Pansus) Hak Angket,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Angket Agun Gunanjar Sudarsa meminta agar para mahasiswa bisa menaati tata tertib DPR.

“Bagaimana saya akan membuat keputusan menemui Saudara-saudara yang di luar kalau kalian hari ini dengan mengangkat badan dan tidak mengakui kursi yang anda duduki. Bahkan absen anda lempar dan tidak menerima ini sebagai sebuah forum. Lalu kami berangkat ke sana dasarnya apa?,” ujar Agun.

Penolakan juga kembali terjadi ketika mahasiswa berulang kali memotong ucapan anggota Pansus Hak Angket. Akibatnya situasi kian memanas dan mendapat respon keras dari Masinton Pasaribu, politikus PDIP.

“Anda mau sampaikan aspirasi, oke kami dengar. Tapi kami bicara kenapa dipotong. Apa bisa dialog, kalau gak bisa berarti kita tutup (rapatnya),” tegas Masinton.

Baca juga: Berhembus Kabar Jenderal Gatot Bakal Diturunkan Jokowi, Ini Kata Gerindra

Namun, karena situasi makin memanas dan tidak kondusif, rapat diakhiri lebih awal dari jadwal. Agun juga meminta Sekretariat untuk mengabaikan pertemuan itu.

“Pertemuan ini tidak terjadi, tidak berlangsung, kami tidak mempunyai kewajiban melaporkan ini ke dalam berita negara. Pertemuan kami tutup,” tutup Agun.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaTerjadi Lagi! Dokter Militer Tampar Petugas Bandara
Berita berikutnyaPuluhan Kali Gagahi Gadis Dibawah Umur, Alasan Pelaku Bikin Muntab