Hakim Putuskan Aliran Dana ke Amien Rais Tak Ditindaklanjuti, Ini Alasannya


SURATKABAR.ID – Pihak Majelis Hakim yang menangani kasus dugaan tindak korupsi pengadaan alat kesehatan dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan Indonesia, Siti Fadilah Supari akhirnya memutuskan untuk tidak menindaklanjuti aliran dana dari yayasan Soetrisno Bachir Foundation (SBF) ke Amien Rais. Hal tersebut dikemukakan saat membacakan vonis terhadap Siti di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.

Hakim anggota Diah Siti Basariah menyebutkan jika adanya aliran dana atau transfer ke rekening Soetrisno Bachir dan juga ke Amien Rais masih belum memiliki kaitan langsung dengan perkara tersebut.

“Uang yang ditransfer Soetrisno Bachir tidak dipastikan berasal dari proyek pengadaan Alkes (alat kesehatan) atau bukan sehingga majelis tidak akan pertimbangkan lebih lanjut,” papar Diah saat membacakan pertimbangan majelis hakim pada Jumat (16/6/2017).

Baca juga: Anang Hermansyah Digadang-Gadang Bakal Jadi Calon Gubenur Jatim

Sebelumnya, pada sidang tuntutan terhadap Siti Fadilah Supari nama Amien Rais muncul sebagai fakta di persidangan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum KPK. Mantan pimpinan Muhammadiyah tersebut diduga telah beberapa kali menerima uang dari Soetrisno Bachir yang bekaitan dengan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan.

“Adanya aliran dana dari Mitra Medidua Suplier PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alkes dengan PAN yaitu Soetrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti (anak Siti Fadilah) maupun Yayasan Sutrisno Bachir Foundation sendiri,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto pada Rabu (31/5/2017) yang lalu.

Berdasarkan keterangan jaksa, pemenang proyek tersebut yakni PT Indofarma Tbk yang langsung ditunjuk oleh Siti Fadilah dan menerima pembayaran dari Kemenkes lalu membayar supliyer alkes yakni PT Mitra Medidua.

Baca juga: Terungkap! Inilah yang Dibicarakan Petinggi PKS dengan Habib Rizieq Selama di Mekah

“Selanjutnya PT Mitra Medidua pada 2 Mei 2006 mengirimkan uang sebesar Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan sebesar Rp 50 juta ke rekening milik Yurida Adlanini yang merupakan sekretaris pada Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF),” kata jaksa Iskandar.

Dan terkait dana tersebut, selaku ketua Yayasan SBF Nuki Syahrun menginstruksikan kepada Yurdia untuk memindahbukukan sebagian dana ke pengurus PAN, yakni Nuki Syahrun dan Tia Nastiti anak Siti Fadilah.

“Rekening Yurida dipergunakan untuk menampung dana yang masuk kemudian sengaja dicampur dengan dana pribadi dengan maksud menyembunyikan asal-usul dan penggunannya. Buktinya tidak ada laporan keuangan yang dibuat baik oleh Yurida maupun Nuki Syahrun atas transaksi keuangan itu,” jelas Jaksa Iskandar.

Baca juga: Usai Bertemu Pria ‘Gila’ di Perbatasan, Tentara AS ini Jadi Mualaf. Kisahnya Bikin Merinding

Selanjutnya terkait dana tersebut, Nuki memerintahkan untuk memindahbukukan sebagian dana kepada pihak yang memiliki kedekatan dengan terdakwa, dan nama Amien Rais menjadi salah satu daftarnya.