Soal Insiden Persekusi Remaja asal Cipinang-Muara, Begini Teguran Tegas Jokowi

"Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan," tegas Jokowi.


SURATKABAR.ID – Timbulnya persekusi yang dilakukan oleh sejumlah pihak menjadi perbincangan ramai akhir-akhir ini. Presiden RI Ir. Joko Widodo mengecam keras persekusi ini. Dalam pandangannya, persekusi adalah perbuatan yang berlawanan dengan azas-azas hukum negara dan ideologi Pancasila.

“Sangat berlawanan dengan azas-azas hukum negara, jadi perorangan maupun kelompok-kelompok, maupun organisasi apapun, tidak boleh main hakim sendiri, tidak boleh,” tegas Jokowi setelah menyampaikan sambutan di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (3/6/2017), sebagaimana lansiran pemberitaan di Liputan6, petang ini.

Jokowi melanjutkan, apalagi mengingat persekusi itu mengatasnamakan penegakan hukum.

“Tidak ada, tidak boleh dan tidak ada. Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan,” tandasnya lagi.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Pelaku Persekusi, Ternyata Ini yang Terjadi

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Presiden, bahwa ia sudah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pelaku persekusi.

“Tidak boleh hal-hal seperti itu dibiarkan,” tegurnya.

Video Persekusi Viral di Media Sosial

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan dua tersangka kasus persekusi terhadap anak berusia 15 tahun, MAA. Penetapan tersangka AM dan M secara resmi dilakukan dalam jumpa pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Jumat petang kemarin (2/6/2017).

Tayangan pemberitaan dalam Liputan 6 Malam SCTV, pada Jumat (2/6/2017), memperlihatkan kedua tersangka persekusi terhadap anak berusia 15 tahun, berinisial MAA. Tampak hadir pula perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Tersangka AM merupakan anggota sebuah ormas. Ia diduga memukul korban sebanyak tiga kali. Sedangkan tersangka M yang adalah pekerja swasta, memukul satu kali.

Atas perbuatan mereka, kedua tersangka dikenakan pasal Tindak Kekerasan Terhadap Anak atau Pengeroyokan. Sedangkan sejumlah orang di dalam video persekusi yang menjadi viral di media sosial masih sebatas saksi.

Dinyatakan oleh Kemensos, pihaknya siap memberikan perlindungan kepada korban dan keluarganya. Mereka juga siap mengadvokasi pendidikan dengan menghubungi pihak sekolah.

Diketahui, MAA menjadi korban persekusi oleh sejumlah orang dan anggota ormas setelah mengunggah tulisan yang dianggap menghina ulama. Sejak adanya persekusi, keluarga MAA juga diminta pemilik rumah untuk meninggalkan kontrakannya di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur. Saat ini keluarga MAA tinggal sementara di rumah aman.

Stop Persekusi!

Oleh sebab itu, Presiden meminta kepada siapapun, baik individu, kelompok maupun organisasi masyarakat dari kelompok manapun agar segera secepatnya menghentikan aksi persekusi yang tidak terpuji ini.

“Hentikan [persekusi] dan semuanya serahkan persoalan-persoalan yang akan datang itu kepada aparat hukum, kepada Kepolisian,” tegur Jokowi sekali lagi.

Persekusi (persecution) diketahui merupakan perlakuan buruk, atau penganiyaan secara sistematis oleh individu dan kelompok terhadap individu dan kelompok lain—khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik.

Baca juga: Ramadan Penuh Berkah, 5 Aplikasi Ini akan Permudah Amal Ibadah Anda

Persekusi adalah salah satu jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan di dalam Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional. Timbulnya penderitaan, pelecehan, penahanan, ketakutan, dan berbagai faktor lain dapat menjadi indikator munculnya persekusi, tetapi hanya penderitaan yang cukup berat yang dapat dikelompokkan sebagai persekusi.