Waduh! Pimpin Upacara, Wali Kota Ini Salah Sebut Sila Pancasila


SURATKABAR.ID Ada kejadian menarik dalam upacara yang digelar di halaman depan Balaikota Malang kemarin pagi (27/04/17). Hal itu terjadi ketika Walikota Malang, Mochamad Anton yang memimpin langsung upacara tersebut terpaksa mengulangi pembacaan teks pancasila.

Penyebabnya, pria yang akrab disapa Abah Anton itu salah dalam mengucapkan urutan sila Pancasila.

Seperti diberitakan Liputan 6, Wali Kota Malang M Anton memimpin upacara di halaman depan Balai Kota Malang. Dalam upacara itu, pembacaan Pancasila terpaksa diulangi.

Penyebabnya, M Anton salah mengucapkan urutan sila Pancasila dalam upacara yang diikuti PNS, anggota TNI, polisi dan sejumlah organisasi kepemudaan.

Upacara itu digelar untuk memperingati sejumlah hari penting, seperti Hari Otonomi Daerah ke-21, HUT ke-67 Satpol PP, HUT ke-55 Linmas dan HUT ke-98 Damkar.

Awalnya, saat pembacaan sila Pancasila itu, Wali Kota Malang M Anton tak membawa naskah untuk dibaca. Usai menyebut sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa, Anton menyebutkan Persatuan Indonesia sebagai sila kedua Pancasila yang seharusnya berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Baca juga: Estheanget, Kisah Cinta Ala FTV, Dibalik Demo Supir Angkot di Malang

Insiden salah urutan sila Pancasila itu tak mempengaruhi peserta upacara. Seluruh peserta tetap menyebut sila kedua sebagaimana bunyi sebenarnya. Sadar ada kekeliruan penyebutan, Anton diam tertegun beberapa saat.

“Kita ulangi lagi,” ucap Anton menyadari kekeliruannya itu di Malang, Kamis (27/04/2017).

Ia pun segera meminta naskah Pancasila ke ajudannya. Berikutnya, ia mengulang pembacaan Pancasila sejak awal. Pembacaan berikutnya berjalan lancar.

Usai upacara, insiden salah urutan Pancasila ini menjadi pembicaraan hangat di antara mereka. Bahkan kejadian ini dibahas di berbagai forum media sosial oleh warganet Malang.

Jika dilihat, kejadian tersebut kurang tepat. Pasalnya, naskah teks Pancasila seharusnya memang sudah bisa dihafal diluar kepala oleh setiap warga negara Indonesia, apalagi pejabat sekelas Walikota.

Karena Pancasila adalah salah satu dasar negara. Bisa jadi pada saat itu M. Anton hanya kebetulan kurang fokus saja sehingga terjadi insiden tersebut.

Kejadian salah ucap teks Pancasila oleh pejabat publik itu bukan pertama kali terjadi. Pada 2014, Wali Kota Batam Kepulauan Riau Ahmad Dahlan pernah salah melafalkan sila Pancasila. Pun demikian dialami oleh Wali Kota Parepare Taufan Pawe dan Wakil Bupati Labuhan Batu Selatan Kholil Jurfi pada 2016.

Saat itu, Wali Kota Parepare Taufan Pawe salah melafalkan urutan sila Pancasila.

Setelah menyebutkan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, Taufan Pawe keliru dalam menyebutkan sila kedua. Saat ini, insiden terpeleset lidah terjadi. Ia yang seharusnya mengucapkan “Kemanusiaan Yang Adil Dan Berada”, Taufan malah melafalkan sila yang terakhir yakni “Keadilan Sosial….”

Seketika, suasana upacara yang tadinya Khidmat berubah menjadi gaduh. Tak sedikit peserta upacara kaget dan tertawa, ada juga yang berusaha menahan tawa. Beberapa di antaranya hanya saling pandang dan tersenyum. Dengan cepat, Wali Kota meralat ucapannya.