Terungkap! Inilah Alasan Djarot Mengenakan Kopiah Pada Pilkada Putaran Kedua


    SURATKABAR.ID – Beberapa waktu sebelumnya, calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menjadi sorotan lantaran fotonya untuk Pilkada putaran ke dua ini ia mengenakan peci berupa kopiah.

    Djarot dalam kesempatan di acara ROSI dan Kandidat Pemimpin Jakarta di Djakarta Theater, Jakarta, Minggu (3/4/2017) menyebutkan alasan kenapa dirinya mengenakan peci tersebut. Ia mengaku jika itu semua berhubungan dengan Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia.

    “Ada yang bilang kok Pak Djarot berubah di Blitar pakai peci? Kopiah kayak Bung Karno,” kata Djarot, dikutip dari tribunnews.com.

    Ia juga mengingatkan mengenai kopiah merupakan lambang nasioal. Dalam bahasa Arab, menurut pasangan dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kopiah berarti menyamarkan supaya mawas diri dan tidak sombong.

    Baca Juga: HNW: Ahok Seolah-olah Diposisikan Sebagai Kepala Negara

    “Saya pikir perlu juga Alhamdullilah. Pak Ahok berubah menjadi Pak Basuki, tidak sombong, lebih cool dan cerdas,” kata Djarot.

    Sebelumnya, saat bertarung di Pilkada Blitar, Djarot menyatakan jika dirinya juga mengenakan peci.

    “Orang Blitar kaget Pak Djarot enggak pakai kopiah. Masalah kopiah saja ribut, kata KPU boleh,” kata Djarot.

    Beberapa waktu sebelumnya, Anies Baswedan menyindir perubahan Djarot saat memutuskan mengenakan kopiah di putaran ke dua. Ia menyebutkan jika penggunaan kopiah bukanlah simbol agama tertentu namun sebagai tanda nasionalitas.

    “Kita pakai kopiah sebagai tanda nasionalis, itu aja. Menurut saya enggak perlu jadi masalah. Itu urusan pribadi kita masing-masing,” ucap Anies, seperti dikutip dari merdeka.com

    Calon gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Sandiaga Uno tersebut kemudian menyayangkan rivalnya hanya satu, yakni Djarot yang mengenakan kopiah, sementara Ahok tidak.

    “Sayang yang pakainya cuma satu. Kalau memang itu identitas kebangsaan harusnya dua-duanya ya pakai,” sambung dia.