Tentang Kasus Mario Teguh, Tak Disangka Mahfud MD Berkomentar Begini


    SURATKABAR.ID – Masalah antara Ario Kiswinar Teguh dan motivator kondang Mario Teguh, belum juga usai. Meski sudah 6 bulan berlalu, kasus ini seakan jalan ditempat dan tak ada perkembangan berarti.

    Karena tak ada kejelasan tentang kasus pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan pihak Mario, Kiswinar dan ibunya, Aryani Soenarto, memutuskan untuk datang ke Polda Metro Jaya.

    Kedatangan mereka bertujuan untuk menanyakan perkembangan kasus yang sempat menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia ini.

    Sebelumnya, Kiswinar sempat optimis ketika polisi mengumunkan hasil tes DNA pada November 2016 lalu. Hasil tes tersebut menyatakan bahwa Kiswinar merupakan anak kandung Mario.

    Baca juga: Ketua KPK Terbitkan Surat Peringatan untuk Novel Baswedan, Ada Apa Ini?

    Kiswinar berharap dengan adanya hasil ini Mario bakal mengakui dia sebagai anak kandungnya dan meminta maaf pada sang ibu. Namun, kenyataan berkata lain, empat bulan setelah pengumuman tes DNA, Mario tak juga melakukan apa yang diharapkan Kiswinar itu.

    Oleh karena itu, Kiswinar mengatakan bahwa kasus pencemaran nama baik dan fitnah ini tetap berjalan. Terlebih, Mario pernah mengatakan bahwa Aryani berselingkuh dengan Mr. X dan Kiswinar bukan anaknya, melainkan anak Mr. X.

    “Kalau belum ada pengakuan dan permohonan maaf, artinya kasus masih terus berjalan,” ujar Kiswinar, dilansir tabloidbintang.com.

    Ternyata, kasus ini juga menjadi perhatian mentan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Bahkan, Mahfud sempat berkicau melalui akun Twitter miliknya, @mohmahfudmd.

    @DivHumasPolri POLRI hrs batu Kiswinar dan Aryani utk mendapat keadilan melalui penegakan hukum,” tulis Mahfud yang juga melampirkan tautan berita lambannya penanganan kasus tersebut.

    Pada 13 Maret lalu, kuasa hukum Kiswinar dan Aryani, Ferry Amahorseya, mengatakan bahwa penyidik masih mempersiapkan saksi ahli untuk kasus ini. Selanjutnya, Polda Metro baru akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum Mario Teguh.