Ilmuwan dari Australia Coba Kembangkan Obat untuk Penderita Stroke dari Racun Laba-laba Mematikan


© nydailynews.com

SURATKABAR.ID – Sampai sekarang ini, belum juga ditemukan obat untuk menangani masalah kerusakan otak yang disebabkan penyakit stroke. Namun, baru-baru ini ada kabar yang cukup menjanjikan dan juga menggembirakan, yaitu ada kemungkinan seorang penderita stroke dapat terbebas dari penyakitnya jika menggunakan racun dari seekor laba-laba.

Mungkin agak terdengar aneh, namun menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Queensland, ternyata ada seekor laba-laba beracun yang bisanya dapat membunuh manusia dalam 15 menit saja, namun justru jika diaplikasikan ke seorang penderita stroke, maka akan menjadi obat. Tentunya setelah bisa tersebut melalui proses kimiawi terlebih dahulu.

Seperti yang diwartakan TheGuardian.com (20/3/2017), dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengatakan bahwa racun dari laba-laba corong asli Australia tersebut mampu menjadi penawar kerusakan sel otak akibat stroke. Dengan berbekal penelitian itu, para ilmuwan membuat suatu project yang dinamakan Hila.

Untuk menelitinya lebih lanjut, para ilmuwan mencoba mengambil bisa dari 3 ekor laba-laba corong dan dikumpulkan dalam satu wadah. Setelah itu, racunnya coba disuntikkan ke seekor tikus yang terkena stroke dengan dosis kecil.

Ternyata, hasilnya cukup luar biasa. Kandungan molekul neutron yang terkandung di dalam racun laba-laba beracun tersebut dapat mengurangi kerusakan otak pada tikus yang terkena stroke sebanyak 80 persen. Sedangkan tikus yang terkena stroke dan tidak diobati yang akan mengalami kerusakan sel otak sebanyak 65 persen.

Percobaan ini tentu sebagai awal baik untuk pengembangan obat pasca stroke bagi manusia. Penelitian ini akan terus dilakukan dan dikembangkan sekitar 2 sampai 8 tahun ke depan sebagai harapan baru bagi para penderita pasca stroke agar dapat tertolong dari kerusakan sel otak yang mereka alami.