Sekarang, Sedang Dikembangkan Mobil Bertenaga Air yang Mampu Tempuh Jarak Sejauh 120.000 km


© newatlas.com

SURATKABAR.ID – Mungkin sampai sekarang ini, hanya ada 2 sumber energi yang digunakan manusia untuk membuat kendaraan bermotornya dapat berjalan, yaitu gas yang terbuat dari minyak bumi dan juga dari listrik.

Sayangnya, salah satu sumber tersebut, yaitu minyak merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan akan habis jika terus-terus dieksploitasi oleh manusia dari dalam perut bumi.

Terkait dengan masalah ini, ada 2 perusahaan dari Spanyol, yaitu Aquila yang bergerak dibidang pengolahan air dan SEAT, sebuah produsen mobil, mencoba berkolaborasi untuk menciptakan bahan bakar organik.

Bahan bakar organik tersebut dibuat dari limbah air dari Aquila yang dirasa bakal menjadi satu terobosan baru ramah lingkungan yang dapat menyelamatkan sumber daya alam dari kepunahan ini.

Project pengolahan limbah air yang dinamakan Metha-Morphosis ini dibuat untuk menciptakan biofuel bahan bakar organik yang telah melalui serangkaian pengolahan sebelumnya. Nantinya, hasil dari pengolahan tersebut akan dapat digunakan sebagai bahan bakar mobil listrik gas bernama CNG yang diciptakan oleh SEAT.

Proses pembuatan biofuel ini tidak semudah yang dibayangkan. Jadi, untuk mengubah limbah air itu, Aquila harus memecah dan memisahkannya dari bakteri dan zat yang dapat dijadikan biofuel. Proses pemecahan tersebut dilakukan di dalam mesin bernama METHAGRO. Mesin ini akan menciptakan biometana dari hasil pemecahan sebelumnya dan kemudian terciptalah biofuel yang diharapkan.

Seperti yang dikutip dari NewAtlas.com (20/3/2017), kedua perusahaan tersebut menyatakan bahwa dari 10.000 meter kubik limbah air maka dapat diproses menjadi biometana sebanyak 1.000 meter kubik.

Jumlah 1.000 meter kubik ini dapat digunakan sebagai bahan bakar 150 mobil yang dapat berjalan sejauh 100 km tiap harinya. Bahkan, SEAT telah mengujicobakan bahan bakar organik tersebut kepada mobil buatannya dan secara mengejutkan, CNG mampu menempuh jarak sejauh 120.000 km.

Tidak hanya itu saja, emisi pembakaran pada CNG memang masih mengeluarkan gas CO2, namun jumlahnya 80 persen lebih sedikit dibandingkan dengan mobil yang menggunakan tenaga bensin. Hasil tersebut tentunya akan menjadi angin segar untuk melestarikan sumbernya daya alam dan mengurangi polusi di bumi.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaTernyata, Obat Kanker Juga Dapat Digunakan untuk Perangi OCD
Berita berikutnyaSandiaga Dipolisikan, Anies Malah Komentar Begini