2 WNI Bebas dari Hukuman Gantung di Arab Saudi, Berkat Raja Salman?


    SURATKABAR.ID – Setelah kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud ke Indonesia, dua warga negara Indonesia berhasil di bebaskan dari hukuman mati di Arab Saudi.

    Pertama adalah Masamah binti Raswa Sanusi yang didakwa atas kasus dugaan pembunuhan terhadap anak majikannya yang berusia 11 tahun pada 2009 silam.

    Masamah dituntut hukuman mati qishas dan direncanakan akan menjalani sidang pembacaan vonis pada Senin (13/3/2017). Namun, hakim memutuskan untuk menunda sidang tersebut dan mendengarkan kesaksian dari saksi di pengadilan Tabuk.

    Tak hanya itu, pendekatan yang dilakukan Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah terhadap ayah korban juga berhasil. Pejabat konsuler KJRI Jeddah Rahmat Aming dan Atase Hukum KBRI Riyadh Muhiduddin sebelumnya mencoba melakukan pendekatan agar ayah korban mau memaafkan WNI asal Cirebon itu.

    Baca juga: Komandan ISIS Asal Indonesia Ini tewas Saat Serang Markas Tentara Suriah

    Di hadapan hakim, orang tua korban memberikan pernyataan bahwa dirinya memberikan maaf tanpa syarat untuk Masamah.

    “Dalam kasus hukuman mati qishas yang bisa memafkan hanya ahli waris korban. Kami harus persisten mengetuk hati ayah korban. Itulah yang kami lakukan sekian lama. Alhamdulillah ada hasilnya,” ujar Rahmat melalui keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, dilansir tribunnews.com.

    Selain Musamah, KBRI Riyadh berhasil membebaskan Mimin binti Samtari dari hukuman mati di Pengadilan Damman.

    Mimin juga telah tiba di Jakarta sejak 15 Maret 2016 lalu. Mimin dituduh melakukan sihir terhadap majikannya. Ia pun ditahan pihak berwajib setempat sejak Maret 2012 silam.

    Setelah upaya yang cukup besar dari KBRI dan pengacara, Pengadilan Damman akhirnya membebaskan Mimin dari tuntutan hak khusus dan hak hukum.

    “Ini adalah upaya panjang Tim KBRI dan pengacara. Sejak awal kami memiliki keyakinan bahwa Mimin tidak bersalah,” ujar Atase Hukum KBRI Riyadh Mihibbuddin.

    Kini, terdapat 19 WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, yakni 14 orang karena kasus pembunuhan, 4 orang zina, dan 1 orang kasus sihir.