Dituding Gerakkan Massa ke Rumah SBY, Begini Jawaban Keras Adian


SURATKABAR.ID – Imelda Sari yang merupakan juru bicara Partai Demokrat menuding Politikus PDIP Adian Napitulu yang menggerakkan massa ke rumah Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta Selatan pada Senin (6/2/2017) untuk melakukan demo. Menjawab tudingan yang dilontarkan kepadanya, Adian memberikan klarifikasinya.

Adian menyebutkan jika mahasiswa adalah generasi yang intelektual. Dirinya tidak percaya jika mahasiswa mampu digerakkan begitu saja untuk berdemo di depan SBY seperti yang dituduhkan pihak Partai Demokrat.

“Apalagi menunggangi sebuah pertemuan besar yang di ikuti sekitar 3.000 mahasiswa dari 500 kampus di 25 Provinsi sebagaimana disebut dalam rilis mahasiswa yang tersebar di Sosmed. Tidak ada yang sanggup, (termasuk saya) untuk menggerakan kekuatan intelektual muda sebesar itu,” papar Adian pada Selasa (7/1/2017), seperti yang tertera di merdeka.com.

Adian juga melihat tidak ada salahnya pertemuan antara Teten Masduki selaku Staf Khusus Kepresidenan dengan mahasiswa di Jambore, Cibubur. Politisi berusia 46 tahun ini menilai jika sikap yang ditunjukkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat tersebut aneh.

“Menurut saya harusnya semua Mantan presiden, semua Jenderal, semua aparatur negara dan seluruh masyarakat mendukung sikap mahasiswa. Saran saya kalau mau komentar ya komentarlah tentang dugaan adanya makar, jangan komentari aksi yang justru ingin menjaga keutuhan NKRI dan menjaga Pancasila sebagai Ideologi Negara,”tambah dia lagi.

Dia juga menyebutkan, dalam aksi tersebut para mahasiswa tidak ada satupun yang menyebut nama orang atau organisasi ataupun juga parpol dibaliknya. Dengan seperti itu, Adian mengaku sangat aneh sekali respon yang dtunjukkan SBY. Sementara nama ayah Agus Harimurti Yudhoyono tersebut juga tidak disebutkan.

“Saya tidak tahu bagaimana mahasiswa memutuskan untuk aksi di Mega Kuningan tepatnya di dekat Kedubes Qatar. Bila kita lihat lokasi aksinya, maka aksi itu tidak tepat di depan rumah SBY, karena masih ada jarak pandang sekitar 50-an meter. Kalaupun Polisi mengatakan demo itu tanpa izin, maka itu hanya masuk kategori Tipiring alias Tindak Pidana Ringan. Saran saya tidak perlu mengomentari tindak pidana ringan seperti itu, karena kelas mantan presiden harusnya mengomentari chat sex yang beredar luas karena itu bisa merusak moral kaum muda se-Indonesia” terangnya lebih lanjut lagi.

Selanjutnya, mengenai mobil Terano yang diduga miliknya, Adian juga membantahkan. Ia memang memiliki mobil Terano, namun dia menegaskan jika kendaraan yang tertinggal di lokasi demo bukanlah miliknya.

“Mobil saya juga Terano tapi plat mobil saya bukan B 2124 ZO tetapi plat mobil Solo yaitu AD 1 AN. Saran saya tidak perlu buang waktu mencari siapa pemilik mobil, siapa yang masak nasi, siapa yang bungkus, karena mengirimkan nasi untuk aksi yang tidak bertujuan makar bukanlah kejahatan,” terangnya lagi.

Tidak lupa, Adian memberikan pesan untuk SBY agar tidak perlu takut terhadap aksi mahasiswa yang hanya bermodalkan spanduk dan pengeras suara. Kalau mau takut, SBY disarankan untuk takut dan mengecam aksi pengeboman yang memang terbukti merenggut nyawa banyak orang. Atau bisa juga mengecam mantan-mantan menterinya yang ditangkap KPK karena ketahuan korupsi.

“Benar saya datang ke acara Jambore seperti juga sekian banyak pembicara yang juga datang ke acara itu. Saya datang bersama istri saya, dan saya tidak berbicara sepatah katapun di panggung forum terhormat Jambore itu, saya hanya bertemu dengan mahasiswa dari beberapa daerah yang ingin menyampaikan masalah-masalah di daerahnya karena itu bagian dari tugas saya sebagai anggota DPR,” paparnya lagi.

Dalam acara Jambore tersebut, Adian mengaku diminta untuk menjadi salah satu pembicara namun dirinya menolak. Sebab, menurutnya sudah banyak alumni aktivis 1998 yang menjadi pembicara dalam forum tersebut.

“Masih banyak sebenarnya yang ingin saya komentari sampai hal yang sekecil kecilnya termasuk semua yang beredar di situs situs hoax dan aneka sosmed lainnya, tapi saya putuskan untuk tidak berlebihan agar jelas bahwa saya, Adian Napitupulu berbeda dengan SBY,” pungkasnya, seperti yang dikutip di pojoksatu.id.