Catat! KPK Akan Tuntaskan Kasus Hambalang Tahun Ini


    SURATKABAR.ID – Andi Zulkarnain (AZM) alias Choel Mallarangeng menjalani pemeriksaan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (06/02/2017) lalu.

    Choel Mallarangeng adalah tersangka dari kasus dugaan korupsi proyek pembangunan, pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) di Hambalang tahun anggaran 2010-2012.

    Febri Diansyah selaku Juru Bicara KPK membenarkan tim penyelidik telah memanggil dan memeriksa Andi Zulkarnain/ Choel Mallarangeng. Seperti disadur dari Tribun, Febri menandaskan ia ingin kasus korupsi tersebut segera dituntaskan di tahun 2017.

    “Ini, ‘kan salah satu perkara yang disebut pekerjaan rumah/ PR oleh ketua KPK, jadi harus diproses tahun ini,” tandas dia.

    Dalam pemeriksaan kali ini, Febri menerangkan pihaknya ingin ‎menggali lebih lanjut terkait adanya pertemuan serta informasi lainnya yang ditemukan penyidik.

    Selain Andi Zulkarnain/ Choel Mallarangeng, ada beberapa orang yang sudah dijerat kasus tersebut. Mereka adalah:

    • Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum,
    • Mantan Bendaraha Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin,
    • Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng,
    • Mantan Anggota Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dedi Kusdinar,
    • Sekretaris Menpora, Wafid Muharam.

    Di sisi lain, empat orang saksi dari kasus korupsi proyek senilai Rp 1,2 triliun tersebut telah meninggal dunia.

    Mereka adalah mantan Deputi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Muchayat, yang meninggal karena stroke. Kedua, yakni Arif Gunawan alias Arif Gundul yang meninggal mendadak pada akhir 2012. Ketiga, Direktur Operasi PT Wijaya Karya (Wika) Ikuten Sinulingga yang meninggal karena jatuh dari jembatan layang Cawang, Jakarta Timur. Saksi keempat, yakni Direktur Utama PT Metaphora Solusi Global, Asep Wibowo, yang meninggal juga karena terserang stroke.

    Sebelumnya, Ketua KPK, Agus Rahardjo menjelaskan proyek yang sudah terbengkalai tersebut sebenarnya bisa kembali diteruskan sehubungan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

    Hanya saja, memang benar kelanjutan proyek ini perlu melibatkan banyak pihak guna melakukan kajian lebih mendalam lagi. Banyak pihak diharuskan untuk terlibat mengingat ada banyak syarat pembangunan proyek yang selama ini tidak terpenuhi.

    Salah satu contohnya adalah Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Analisis dampak lingkungan (Environmental Impact Assessment) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting dari suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup, yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.