Tolak Kedatangan Trump, Ribuan Warga London Berdemo di Jalanan


SURATKABAR.ID – Donald Trump merupakan Presiden Amerika Serikat (AS) pengganti Barrack Obama yang dilantik pada 20 Januari 2017 lalu. Namun, belum lama dilantik menjadi presiden, Trump sudah menghebohkan warga dunia karena kebijakannya.

Belum lama ini, Trump menandatangani kebijakan yang dianggap anti-imigran karena membatasi imigran dan pengungsi dari tujuh negara Islam untuk masuk ke AS. Kebijakan ini pun mendapat berbagai kecaman dari masyarakat karena dianggap sebagai kebijakan rasis.

Bahkan, Senin (30/1/2017) malam waktu setempat, ribuan warga London bergabung dalam aksi demo menolak kedatangan Trump ke negaranya. Mereka menentang kebijakan Trump terkait kependudukan dan imigrasi tersebut.

Para pengunjuk rasa ini bersatu untuk menyuarakan kemarahan mereka pada kebijakan Trump tersebut. Kediaman Perdana Menteri Inggris Theresa May di 10 Downing Street menjadi salah satu titik kumpul yang dipenuhi massa.

Perdana Menteri yang kediamannya tak jauh dari Big Ben dan Alun-alun Trafalgar ini menjadi salah satu sasaran kecaman massa karena ia merupakan pemimpin dunia pertama yang melakukan pertemuan dengan Trump.

“Saya di sini karena Presiden Donald Trump amat sangat berbahaya dan pria yang sangat tidak menyenangkan,” bunyi tulisan salah satu poster pengunjuk rasa.

Tak hanya unjuk rasa ini, sejumlah netizen di Inggris mengatakan akan bergabung dalam unjuk rasa anti-Trump. Tak main-main, lebih dari 25.000 netizen pengguna Facebook tergabung didalamnya. Namun, jumlah ini diperkirakan lebih besar dari yang tercatat.

Kebijakan Trump yang dikecam oleh warga duni ini adalah penghentian sementara program pengungsi dan melarang warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim masuk ke AS. Tujuh negara tersebut antara lain Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman. Selain itu, Trump juga menghentikan program penerimaan pengungsi selama 120 hari ke dapan.