Akan”Dipulang Kampungkan” Oleh Anies Baswedan, Ternyata Begini Reaksi Ahok


SURATKABAR.ID Rupanya Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama hanya tertawa menanggapi pernyataan pesaingnya, Anies Baswedan yang ingin mempersiapkan dirinnya untuk pulang halaman.

Sebab dia merasa mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu telah salah dugaan tentang status kependudukannya.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, semenjak awal dirinya telah memiliki KTP DKI bukan Bangka Belitung Timur. Sehingga banyak orang yang keliru jika dirinya besar di tempat Laskar Pelangi itu, sebenarnya dia tumbuh di Jakarta.

“Saya kira Pak Anies juga salah. Saya pertama punya KTP di Jakarta loh. Saya kan SMA di Jakarta. Banyak orang berpikir saya dari Belitung datang, nggak. Saya besar di Jakarta. Saya dari umur 21 udah punya rumah bapak saya di Jakarta,” kata Ahok di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/01/2017), seperti dikutip dari Merdeka.

Mantan Anggota DPR-RI  ini menambahkan, pendidikannya sarjana hingga magister juga ditempuhnya di Ibu Kota . Bahkan, saat menikah dan memiliki tiga orang anak semuanya dilakukan di DKI.

“Cuma saya memang lahir di Belitung, ya itu benar. Kalau mau pulangin saya boleh lah, tunggu lebaran beliin tiket boleh lah. Egh tapi nanti dikira gratifikasi lagi,” ungkap Ahok setengah bercanda.

Sebelumnya, calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan mengajak warga untuk sama-sama menyelamatkan Jakarta dari kepemimpinan Pemprov DKI saat ini. Apalagi, kata Anies, saat ini nilai rapor kinerja Pemprov DKI Jakarta merah.

“Kalau rapornya merah diluluskan apa enggak? Enggak usah ikut lagi. Tapi kalau maksa mau ikut, ya terpaksa kita hentikan,” katanya di Inn Sofyan Hotel, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (28/01/2017).

Dia mengatakan dia dan cawagub, Sandiaga Uno, tak ingin menantang pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok- Djarot Saiful Hidayat. Dia hanya ingin menghentikan petahana.

“Dengan rapor merah itu kita ganti saja. Jadi beliau (petahana) kita siapkan untuk kembali ke kampung halaman, dan Jakarta dibebaskan dari kotak-kotak,” tutup Anies.

Selain serangan dari Anies tersebut, Ahok juga menanggapi dingin  atas sikap calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Sylviana Murni saat debat terbuka kedua.

Saat itu Sylvi sempat mengacungkan jempol ke bawah saat disindir tak paham masalah UU Keuangan Negara dan UU Aparatur Sipil Negara.

Ahok mengatakan, biarkan masyarakat ibu kota menilai apa yang telah dilakukan mantan Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Pariwisata dan Kebudayaan tersebut.

“Saya kira dia mau jempol ke bawah atau apa terserah. Warga yang putusin,” katanya.