Solmet Diperiksa Polisi dalam Kasus Ini


solidaritas-merah-putih

11 November 2016 silam, organisasi kemasyarakatan Solidaritas Merah Putih (Solmet) melaporkan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan dugaan penghasutan dalam orasi yang disampaikannya saat demo 4 November 2016 lalu.

Dalam laporan tersebut, Solmet juga menyertakan barang bukti berupa rekaman video orasi dari Youtube dan transkrip orasi berdasar rekaman video yang tersebar luas di media sosial tersebut.

Dalam orasi yang disampaikannya saat demo 4 November 2016, Fahri berupaya menghasut masyarakat untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Laporan tersebut diterima oleh pihak kepolisian dan tertuang dalam laporan bernomor LP/5541/XI/2016/PMJ/Dit Reskrimun, 11 November 2016. Terkait laporannya tersebut, hari ini (28/11/2016), Solmet kembali datang ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor.

Sylver Matutina, selaku Ketua Umum Solmet, menerangkan bahwa kedatangannya kali ini untuk diperiksa sebagai saksi pelapor dan diminta menyerahkan kronologi tertulis atas kasus dugaan penghasutan tersebut. Hasil pemeriksaan dan kronologi tertulis ini kemudian akan digunakan sebagai alat bukti.

Sylver menegaskan, laporannya ini bukan hanya untuk memberikan efek jera pada Fahri, tapi juga berharap agar aksi provokasi yang melanggar aturan seperti ini tak kembali terulang.

Dalam laporannya tersebut, Sylver menyebut ada empat poin dalam orasi Fahri yang menjurus pada upaya makar dan menghina presiden. Empat poin tersebut adalah memberi tahu cara menjatuhkan presiden, menyebut presiden telah melanggar hukum berkali-kali, menilai presiden telah menginjak simbol agama, dan menuding presiden melindungi penista agama.

Dalam orasi tersebut, Fahri juga menyebutkan bahwa terdapat dua cara untuk menjatuhkan presiden, yakni melalui parlemen ruangan dan parlemen jalanan. Orasi yang disampaikannya ini tentu sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI dan merupakan upaya penggulingan terhadap pemerintahan yang sah.