Kerongkongan Pria Ini Berlubang Usai Santap Cabai Terpedas Di Dunia


    SURATKABAR.ID – Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Seorang pria di Amerika Serikat terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran kejang-kejang. Pria berusia 47 tahun ini kejang seusai menyantap cabai yang disebut-sebut ‘paling pedas’ di dunia. Seperti diketahui bahwa pria ini menyantap makan makanan pedas dalam sebuah ajang kompetisi makan.

    Seperti dilansir dari Daily Mail, pria tersebut awalnya menyantap burger yang disiram dengan puree pedas. Puree pedas ini sendiri berasal dari Bhut Jolokia. Bhut Jolokia adalah jenis tanaman cabai jingga dari India. Bhut jolokia dijuluki dengan paprika setan.

    Menurut Journal of Emergency Medicine, pria ini langsung muntah begitu sadar hingga tanpa sadar lama kelamaan kerongkongannya menjadi robek.

    Dokter kemudian melakukan scan abdomen untuk mengecek keadaan makanan, udara, dan cairan yang ada di dalam perut.

    Mengejutkannya, dokter menemukan bahwa kerongkongan pria ini berlubang sebesar 2,5 sentimeter. Kerongkongan yang berlubang terletak disisi sebelah kiri. Pria ini lantas mendapatkan perawatan yang intensif di rumah sakit selama 23 hari. Selama masa penyembuhan, pria ini menggunakan bantuan selang untuk bernafas.

    Dalam jurnal tersebut juga dijelaskan bahwa kasus ini telah menjadi alarm peringatan untuk lebih memperdulikan kesehatan. Hal ini dikarenakan ancaman bahaya yang mengintai jika makan-makanan yang terlalu pedas.

    Diberitakan CNN Indonesia, Bhut Jolokia adalah cabai terpedas yang tercatat dalam Guiness Worlds Records pada tahun 2007 yang lalu.

    Berdasarkan catatan Guiness, cabai jingga ini memiliki Scoville Head Unit (SHU) atau tingkat kepedasan sebanyak satu juta. Tentu cabai ini memiliki tingkat kepedasan yang tinggi dbandingkan dengan cabai-cabai lain. Cabai rawit misalnya. Cabai rawit memiliki SHU 50 ribu hingga 100 ribu. Bayangkan jika Anda mengkonsumsi cabai jingga ini.

    Namun gelar Bhut Jolokia sebagai cabai terpedas di dunia kemudian digantikan oleh cabai Infinity. Tak berselang lama, cabai Infinity digantikan oleh Naga Viper. Kemudian digantikan oleh Trinida moruga scorpion dengan 1,2 juta SHU. Kabarnya, kini rekor cabai terpedas di dunia diraih oleh cabai Carolina reaper dengan 1,57 juta SHU.

    Kondisi serupa pertama kali dilaporkan pada tahun 1724 oleh dokter Herman Boerhaave. Gejala-gejala yang nampak sangat sedikit sehingga sulit untuk dilakukan diagnosa.

    Pasien pada umumnya akan merasakan reaksi-reaksi yang mengejutkan dan berakibat fatal. Pada umumnya, kondisi seperti ini terjadi dalam situasi yang tidak diprediksikan sebelumnya.

    Namun, satu hal yang perlu dipahami bahwa makan makanan yang terlalu pedas menimbulkan risiko bagi penikmatnya.