Waspada! Ini Peringatan Hendroptiyono Terkait Pilkada Jakarta


catatan-am-hendropriyono-soal-upaya-kudeta-militer-di-turki-jxico0b3q3

Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), A.M Hendropriyono ikut berkomentar mengenai Pilkada DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada 2017 mendatang. Di akun twitter pribadinya, ia mengatakan untuk menghadapi Pilkada serentak, utamanya Pilkada DKI 2017 perlu menjadi perhatian khusus dari seluruh komponen bangsa.

Hendropriyono menilai, saat ini stabilitas politik di RI sedang terganggu menjelang Pilkada DKI Jakarta. Mengingat adanya aksi demo menuntut gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tentang dugaan penistaan agama yang berlangsung di balai kota pada hari Jumat 14 oktober 2016 lalu.

“Instabilitas dapat membuat negara terperosok, dari keadaan tertib sipil ke dalam darurat sipil. #PerkiraanKeadaanStrategis,” tulis Hendropriyono, dalam akun Twitter-nya @edo751945, Selasa (18/10/2016).

“Gangguan dapat berubah menjadi ancaman, bagi stabilitas nasional,” tambah Hendropriyono, dikutip dari tribunnews.com.

Dia menjelaskan, pemberlakuan hukum keadaan darurat sipil yang tepat waktu oleh pemerintah dapat mencegah terjadinya kerusuhan dan instabilitas bangsa. Sebaliknya, apabila pemberlakuan tersebut tidak tepat waktu, akan berdampak kontraproduktif dan kerusuhan kemungkinan terjadi.

“Karenanya pemerintahan negara RI, baik eksekutif, legislatif & yudikatif harus mengamati dengan sungguh-sungguh perkembangan keadaan dalam negeri sampai dengan tiga bulan ke depan,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan agar ‎para politisi, tokoh masyarakat, LSM, serta Ormas menahan diri agar tidak terjadi keadaan darurat sipil.

“Kasihan rakyat dalam penderitaannya, karena keadaan darurat dapat mengganggu seluruh aspek ekonomi nasional. Demikian terima kasih,” kata Hendropriyono menutup cuitan terkait #PerkiraanKeadaanStrategis dalam akun twitternya.

Di sisi lain, Pengamat politik Ahmad Baidhowi menilai, pernyataan Hendropriyono tersebut sebagai upaya untuk “menakut-nakuti” warga negara yang menolak pencalonan Ahok di Pilgub DKI 2017.

Ia juga berpendapat, pernyataan Hendropriyono bukan tanpa dasar. Ia merupakan kepala BIN di era presiden Megawati soekarnoputri. Sehingga tidak menutup kemungkinan Hendropriyono ikut mendukung pencalonan Ahok dalam pilkada

“Jika diperhatikan, Pilgub DKI terancam darurat sipil itu hanya menakut-nakuti kelompok anti-Ahok. Rakyat Jakarta sudah dewasa, buktinya demo besar aman-aman saja,” kata Ahmad Baidhowi kepada intelijen (18/10/2016).

Menurut Baidhowi, Pernyataan Hendropriyono itu bisa menjadi peringatan dini bagi seluruh warga DKI Jakarta.

“Justru dengan early warning dari AM Hendropriyono ini, masyarakat Jakarta semakin dewasa,” ungkap Baidhowi.

Di sisi lain, Baidhowi juga mencurigai adanya operasi “intelijen hitam” untuk menciptakan kerusuhan di Jakarta, sehingga pemerintah dapat menetapkan kebijakan darurat sipil.

“Segala kemungkinan bisa terjadi. Ini yang harus diantisipasi,” papar Baidhowi.

Ia menegaskan,Persoalan paling mendasar dalam Pilgub DKI adalah penegakan hukum kasus penistaan agama oleh Ahok ketika melakukan kunjungan kerja ke kepulauan seribu. Hal tersebut akan dapat dimanfaatkan oleh seseorang untuk memunculkan provokasi di masyarakat sehingga kerusuhan dapat diciptakan.

“Jangan sampai kasus ini dibiarkan berlarut-larut dan sengaja memunculkan provokasi agar Jakarta rusuh,” jelas Baidhowi.

Kadis Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar juga ikut angkat bicara dalam pernyataan Hendropriyono tersebut. Ia mengaku Polri akan berusaha semaksimal mungkin menjaga stabilitas keamanan dalam pelaksanaan Pilkada 2017 mendatang.

“Tentunya segala sesuatu termasuk rencana kontijensi sudah kami‎ persiapkan dengan matang melalui pelatihan dan simulasi,” tegas Boy Rafli Amar, dalam diskusi bertajuk ‘Pilkada Aman’ di Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016), dikutip dari intelijen.co.id.

Ia menegaskan, yang terpenting adalah partisipasi seluruh pihak untuk sama-sama mewujudkan Pilkada yang kondusif dan tidak mudah terprovokasi oleh isu isu SARA.

“Semua berpulang ke masyarakat, kepolisian dibantu seluruh aparatur berusaha semaksimal mungkin menjaga keamanan. Masyarakat harus juga berupaya membangun sebuah kehidupan yang tertib hukum bukan mengedepankan cara lain yang mengarah pada perbuatan kekerasan, anarkis,” tegas Boy Rafli Amar.