Mengaku Dapat Kiriman Rp20 Juta dari Amien Rais, Pria Ini Mengamuk di Bank


amien rais1

Seorang pria yang belum diketahui identitasnya sempat membuat geger beberapa nasabah dan pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) di kota Palembang beberapa waktu lalu. Awalnya, ia mengaku hendak mencairkan uang Rp20 juta dari kiriman mantan Ketua MPR Amien Rais. Kejadian ini berlangsung pada Selasa, 4 Oktober 2016.

Lelaki tersebut terlihat membawa buku tabungan namun identitasnya berbeda dengan yang ia miliki. Akhirnya, oleh petugas keamanan di bank itu, pria tersebut disarankan untuk membuat laporan kehilangan ke kantor polisi. Sebab, aturan di bank berlaku nasabah hanya diperbolehkan mengambil uang dengan buku tabungan apabila identitas sama dengan buku tabungan tersebut. Lalu pria itu mengaku jika identitasnya telah hilang.

“Awalnya mengaku mendapatkan kiriman uang dari Amien Rais Rp 20 juta. Jadi mau dicairkan, setelah hendak dicairkan ternyata identitas dan buku tabungan pria itu berbeda,” kata Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat 1 Kota Palembang Iptu Boby Eltarik, dikutip dari viva.co.id.

Mendengar pernyataan dari pegawai bank tersebut, pria itu malah mengamuk dan mengancam para petugas bank. Pihak bank pun akhirnya menghubungi kepolisian setempat untuk mencari perlindungan. Akhirnya, pelaku dapat diamankan di kantor polisi. Setelah dilakukan pengusutan dan pemeriksaan terungkap bahwa pria tersebut rupanya mengalami gangguan kejiwaan.

Saat ini, pria tersebut telah diamankan dan dibawa ke Dinas Sosial. Selanjutnya pria tersebut akan menjalani proses perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar, Palembang.

“Korban tidak ada. Sekarang pelakunya sudah dibawa ke Dinsos untuk menjalani perawatan di RSJ,” ujar Boby.

Kejadian tersebut sempat membuat nasabah dan pegawai Bank merasa resah dan khawatir apabila terjadi kasus serupa dan dikhawatirkan menelan korban. Namun pihak kepolisian menegaskan akan menindak tegas pelaku kejahatan di daerah tersebut dan akan semakin memperketat patroli di daerah itu untuk mengantisipasi kasus serupa agar tidak dapat terjadi

Pihak kepolisian juga menambahkan, akan meningkatkan pengawasan di daerah tersebut unutk mengantisipasi kejadian kejahatan yang akan mengancam kemanan di masyarakat dan akan bekerja sama dengan dinas sosial untuk menanggulangi masyarakat yang mengalami gangguan jiwa agar tidak mengganggu aktivitas warga sehari hari

Selain itu, pihak dinas sosial menjelaskan, di daerah Palembang sering menjadi tempat “pembuangan” orang-orang yang mengalami gangguan jiwa dari beberapa daerah lain dan sudah ada langkah antisipasi namun hal tersebut disarankan kurang efektif dalam pelaksanaannya di lapangan sehingga diperlukan strategi baru untuk menanggulangi masyarakat yang mempunyai gangguan jiwa