Nusron Sebut PDIP Sebagai Partai Angkuh


nusronbilangahokgendeng

Nusron Wahid, politisi Golkar yang kini memimpin Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BNP2TKI) menyebut bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya mendukung juga Basuki Tjahya Purnama (Ahok) sebagai calon gubernur. Sikap PDIP yang tiba-tiba mendukung Ahok ini dianggap Nusron sebagai rasa takut.

Nusron beranggapan bahwa PDIP tidak ingin kehilangan kekuatannya pada Pilgub DKI 2017 yang akan datang. Menurutnya, jika PDIP tidak mendukung Ahok maka partai berlambang moncong putih ini perlahan – lahan akan ditinggalkan oleh rakyatnya.

Nusron yang merupakan mantan ketua pemenangan Ahok ini menyebut PDIP yang awalnya angkuh tidak mau mendukung Ahok yang dulunya mengajukan diri sebagai calon incumbent itu. Nusron juga menambahkan bahwa akhirnya PDIP mau mengikuti Ahok.

“PDIP yang angkuh seperti itu mau enggak mau tunduk dan menerima Ahok. Karena PDIP kalau tidak terima Ahok, mereka akan kehilangan supremasi rakyat Jakarta,” ujarnya saat berada di markas Teman Ahok di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (1/20/2016).

Menurut Nusron, seharusnya partai-partai politik menyadari bahwa rakyat Jakarta secara implisit memberikan dukungan penuh kepada Gubernur Pertahana DKI ini, seperti Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) yang akhirnya mendukungnya. Teman Ahok mampu memperjuangkannya lewat jalur independen seperti dilansir pilkada.liputan6.com.

Nurson juga beranggapan bahwa saat ini partai politik tidak bisa seenaknya melakukan bakal calon kepala daerah sebagai petugas partai seperti dahulu.

“Jadi partai politik tidak bisa melakukan hegemoni publik lagi. Jadi tidak laku lagi itu jargon petugas partai,” sambungnya.

Menurut Nusron, kekuasaan dan kekuatan tertinggi dalam memilih pemimpin baik kepala daerah maupun presiden ditentukan oleh rakyat. Partai hanyalah fasilitator semata. Jika partai tidak dapat memfasilitasi dan menyalurkan aspirasi dengan baik maka akan ditinggalkan oleh pemilihnya.

Nusron pun tak tanpa ragu – ragu mengungkapkan pernyataannya tersebut dihadapan publik. Nusron merasa memiliki cukup nyali dalam menghadapi PDIP, namun ia merasa belum cukup nyali untuk tidak mendukung Ahok.

“Jujur saya orangnya bernyali. Tapi saya masih kalah nyali sama Pak Ahok. Itu yang membuat saya mendukungnya,” tegas mantan anggota DPR dari Golkar itu seperti dilansir jpnn.com.

Nusron merupakan salah satu tokoh politik yang blak – blakan. Bahkan, ia tak ragu menyebut Ahok dengan sebutan gendeng.

“Jakarta butuh manusia gendeng seperti Ahok. Mana ada yang sudah daftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) masih mau gusur,” ujar Nusron seperti dilansir tempo.co.