Inilah Elit-Elit Politik PDIP yang Dulu Menolak Ahok


14123429_10201901502176650_950190560_o

Akhirnya PDIP yang memiliki kursi terbanyak di DPRD DKI Jakarta memutuskan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta pada pemilihan gubernur (pilgub) 2017 mendatang. Ahok akan dipasangkan dengan kader PDIP yang kini juga menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat .

Sisi menarik dari resminya Ahok diusung oleh partai yang dibesut oleh Megawati Soekarno Putri tersebut adalah tentang beberapa elit PDIP yang sebelumnya dengan tegas menolak Ahok.

Beberapa tokoh PDIP yang sebelumnya terekam telah bersuara keras terhadap mantan bupati Belitung Timur adalah:

1. Ahmad Basarah

Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah pernah menegaskan jika partainya tidak memiliki urusan dengan Ahok. Hal tersebut dikarenakan Ahok tidak mengikuti mekanisme yang ada pada PDIP.

“Yang pasti Ahok tidak mendaftar, terakhir pernyataan dia tidak akan mendaftar lewat PDIP. Jadi saya kira selesai sudah urusan Ahok dengan PDIP, karena dia sendiri yang menyimpulkan itu,” katanya saat dihubungi, Jakarta, Kamis (4/8/2016), dikutip dari merdeka.com

2. Arteria Dahlan

Ketua DPP PDIP Arteria Dahlan pernah mengungkapkan jika dirinya khawatir citra partainya di mata masyarakat jatuh jika mendukung Ahok.

Bahkan dengan tegas Arteria menyatakan bahwa kebijakan Pemprov DKI Jakarta tidak sejalan dengan garis perjuangan PDIP.

“Jangan-jangan kebijakan Pemprov DKI dibilang kebijakan PDIP dalam konteks penggusuran,” kata Arteria saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/8/2016), dikutip dari merdeka.com.

Ia menilai bahwa pemerintahan yang dikomandoi oleh Ahok tidak pro rakyat.

“Kepemimpinan Ahok jauh dari ideologi partai, jauh dari pembangunan kerakyatan, jauh bagi pemerintahan yang pro rakyat. PDIP berkuasa tidak hanya mengejar tujuan, tapi dalam mencapai tujuan betul-betul bermanfaat dan dirasakan kehadiran pemerintah oleh rakyat, kalau cuma mencapai tujuan saat berkuasa, semua orang bisa, tapi prosesnya,” kata Arteria.

Arteria juga membandingkan gaya yang berbeda jauh antara Ahok dengan Joko Widodo (Jokowi).

“Karena kita milih Pak Jokowi itu hening ketika mengelola Solo, jadikanlah Solo seperti Jakarta, jangan cara tidak beradab seperti sekarang, berubah total, caranya enggak pas,” kata dia.

3. Bambang DH

Bambang Dwi Hartono, sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana tugas ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta juga tercatat pernah mengeluarkan komentar pedas kepada calon petahana, Ahok.

Saat itu dia menegaskan bahwa secara kalkulasi politik Ahok bisa saja ditinggalkan oleh tiga partai yang telah menyatakan mendukungnya. Hal tersebut menjadikan PDIP secara hitungan berada diatas angin.

“Kalau satu partai ikut kami, bagaimana? Untuk DKI Jakarta ini kan butuh 22 kursi,” ucapnya.

Bahkan muncul wacana bahwa pencopotannya sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD PDIP DKI Jakarta karena getolnya dirinya menolak Ahok.

4. Andreas Hugo Parera

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira menuturkan jika Ahok memiliki kelemahan yang bisa dipakai oleh lawan politiknya. Kelemahan yang dimaksudnya adalah ketidakkonsistenan ucapan.

“Justru itu kelihatan, orang kan bisa melihat karakter Pak Ahok. Buat PDIP enggak ada urusan. Dari awal juga kita dia juga bukan kader PDIP, dia tidak mendaftar lewat PDIP ya,” tegas Andreas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2016), dikutip dari merdeka.com

Akan tetapi setelah PDIP secara resmi mencalonkan Ahok, beberapa elit PDIP kini mengeluarkan puja puji terhadap pasangan Ahok-Djarot.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan PDIP menetapkan Ahok sebagai calon gubernur karena dianggap mampu meneruskan dan mengimplementasikan visi dan misi Jakarta Baru yang sebelumya diusung oleh pasangan Jokowi-Ahok pada Pilkada 2012. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei selama satu tahun terakhir yang konsisten menunjukkan tingkat kepuasan publik DKI Jakarta yang tinggi terhadap kinerja pasangan tersebut.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPria ini Akan Menjalani Transplantasi Kepala Pertama Di Dunia
Berita berikutnyaDuh! Terekam Video, Seorang Oknum Polisi “Obok-obok” Kantong Pengendara Demi Uber Uang Pungli