Pada Pilkada DKI Jakarta, Rizal Ramli Minta Jokowi Netral


Hasil gambar untuk RIzal Ramli

Seorang tokoh besar yang kemungkinan menjadi Bakal Calon Gubernur DKI Jakarata, Rizal Ramli menyampaikan perimntaan kepada Presiden RI, Joko Widodo untuk bersikap dan bijaksana seperti seorang negarawan dan juga netral tidak berpihak kepada kelompok atau golongann tertentus. Hal ini disampaikan mantan Menteri Koordinator Kemaritiman pada cabinet Jokowi-JK itu terakit banyanyaknya hal yang membuat presiden Jokowi terus mendudkung dan berdiri di belakang Ahok.

“Jadi sebagai bekas bos, bekas anak buah, sahabat Pak Jokowi, saya ingin sampaikan appeal, supaya Presiden Jokowi lebih bagus bersikap negarawan,” ujar Rizal dalam diskusi bertajuk ‘Sinema Politik Pilkada DKI‘ di Jakarta, Sabtu (17/9/2016), dikutip dari rmoljakarta.com

Menurut Rizal Ramli, sebenarnya hal tersebut tidak dapat dihindaran karena sebelum Jokowi menjadi presiden, keduanya, Jokowi-Ahok memang pernah bersama sama membangun dan memimpin DKI Jakarta pada periode 2012-akhir 2014 sebelum pilpres berlangsung.

“Saya sebagai sahabat serta kawan minta Pak Jokowi bersikap seperti negarawan dan netral kepada semua‎ kandidat. Karena siapa pun Gubernur di Jakarta akan loyal kepada Presiden,” kata Rizal dalam diskusi Polemik Sindotrijaya, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/9/2016), seperti yang dikutip dari sindonews.com

Dalam kesempatan itu Rizal mengatakan ketika seorang Presiden RI yang menduduki jabatan tertinggi negara telah mendukung suatu pihak maka sebenarnya itu merupakan suatu kerugian besar bagi Jokowi. Kerugian dari memberi dukungan terutama kepada salah satu calon Gubernur DKI yang masih petahana, yaitu popularitas Jokowi akan ikut jatuh dan terus merosot.

“Tapi kalau Presiden Jokowi terlalu banyak cawe-cawe membela Ahok menimbulkan pertanyaan ada apa, apa koneksinya. Ini memberikan down spiral‎ menggerek popularitas Jokowi ke bawah,” lanjut Rizal.

“Popularitas Jokowi masih tinggi. Persoalannya popularitas Ahok on the way down. Kalau Presiden keliatan terlalu berpihak dukung Ahok, ini akan menggerek popularitas Jokowi justru ke bawah,” sambung Rizal.

Ahok dan Rizal Ramli sebelumnya terus berseteru mengenai permasalahan reklamasi di Jakarta. Setelah dibatalkan reklamasi pulau G oleh Rizal Ramli ketika masih menjabat sebagai Menko Kemaritiman, proyek reklamasi pantai utara Jakarta akihrnya dilanjutkan pada di era Luhut Pandjaitan. Rizal enggan menduga-duga apakah pergantian dirinya sebagai menko maritime ada hubungannya dengan perbedaan pandangan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Itu tanya saja ke presiden lah. Akan tetapi, yang mau saya katakan, Pak Jokowi juga harus netral. Kalau diseret-seret terus sama Ahok, makin lama makin ke bawah, makin tenggelam,” pungkas Rizal Ramli.