Jack Ma, Pengusaha China yang Jadi Penasihat Presiden Jokowi


FILE PHOTO: Jack Ma, chairman and then-chief executive officer of Alibaba Group Holding Ltd., laughs at a news conference in Hong Kong, China, on Tuesday, Nov. 6, 2007. Alibaba, which rode China's emergence as an economic superpower over the last 15 years to become a massive online marketplace for everything from forks to forklifts, filed today for what could become the largest U.S. initial public offering ever. Photographer: Daniel J. Groshong/Bloomberg *** Local Caption *** Jack Ma

Founder Alibaba Group Jack Ma dikabarkan siap untuk menjadi penasihat Presiden Joko (Jokowi) Widodo. Kabar ini menyusul konfirmasi Alibaba Group yang mengatakan bahwa Jack Ma telah menerima tawaran untuk menjadi penasihat ekonomi untuk bidang e-commerce pemerintah Indonesia.

Dilansir dari Ecommerceiq Asia, Kamis (8/9/2016) bahwa tujuan dari direkrutnya Jack Ma adalah untuk membantu mengembangkan teknologi industri e-commerce di Indonesia. Karena saat ini industri ini telah berkembang pesat di berbagai kawasan Asia Tenggara. Ma dinyatakan akan menjadi bagian dari steering committee Indonesia yang terdiri dari 10 menteri.

“Saya mengusulkan kepada Jack Ma untuk menjadi advisor dari Steering Committee implementasi petajalan (roadmap) e-commerce Indonesia,” terang Rudiantara dalam pesan tertulisnya kepada Kompas Tekno, Minggu (4/9/2016) siang.

Pemerintah Indonesia mengusulkan agar tokoh internasional yang memiliki kapabilitas yang bagus untuk menjadi penasihat dalam e-commerce.

“Saya juga sedang mengusahakan tokoh internasional lain yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk juga menjadi advisor Steering Committee. Yang lainnya, yang relevan dengan Digital Economy,” imbuhnya.

Semua ini agar Indonesia terus berkembang di pasar Internasional dan menjadi lirikan oleh setiap negara di Dunia

“Pemikiran di balik ini adalah untuk membuat posisi Indonesia di pasar internasional lebih menonjol,” ujar Rudiantara dalam sebuah video yang dirilis oleh Sekretariat Negara dikutip dari sindonews.com.

Dugaan awal beredar bahwa Jack Ma akan menerima tawaran dari pemerintah Indonesia, karena Alibaba Group sangat mendukung terhadap pasar di Asia Tenggara. Alibaba Group merupakan perusahaan Raksasa e-commerce yang membeli saham besar Lazada pada tahun ini dan Lazada Indonesia telah mempunyai tingkat integrasi Alipay sejak kesepakatan tersebut selesai diputuskan.

Di lansir pada kompas.com, Jack Ma pun merespon positif terhadap tawaran tersebut. Kesediaan Ma menjadi salah satu advisor bidang pembangunan peta jalan e-commerce Indonesia telah diumumkan lewat akun Twitter resmi Alibaba Group.

“Dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke markas Alibaba pada 2 September 2016, Ma menerima tawaran untuk menjadi penasihat ekonomi pemerintah Indonesia,” kicau akun tersebut.

Mungkin terdapat potensi konflik kepentingan antara perannya sebagai advisor dan pemilik Alibaba / Lazada yang terus bersaing dengan pemain Indonesia seperti Djarum dan Lippo.

Ma pastinya mempertimbangkan beberapa faktor esensial ketika menerima posisi ini. Bagaimana cara membantu Indonesia untuk bermain di Tiongkok? Kemudian bagaimana respons masyarakat di Indonesia terkait latar belakang kewarganegaraannya sebagai warga negara asing, serta misi bisnis Tiongkok di Tanah Air.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaVideo PNS Bandung Mabuk Menyebar, Netizen Geram
Berita berikutnyaMasih Ingat Pesawat MH370 yang Hilang? Teman Dekat Pilot Akhirnya Buka Suara