Meski Musuh di Lapangan, Taufik Hidayat Beri Penghormatan pada Lee Chong Wei


taufikMeskipun keduanya bermusuhan ketika pertandingan berlangsung, Taufik Hidayat dan Lee Chong Wei sebenarnya adalah dua sahabat yang saling memberi dukungan satu sama lain. Mereka merupakan pebulu tangkis satu generasi. Saat ini Taufik berusia 34 tahun, sedangkan Chong Wei 33 tahun.

Perbedaannya, Taufik sudah memutuskan untuk tidak berlaga di lapangan lagi sejak tahun 2013 ketika berusia 31 tahun. Sedangkan Chong Wei masih bertarung di level atas dan memenangkan banyak gelar bergengsi. Taufik merupakan pemain legenda Indonesia, sedangkan Chong Wei merupakan pemain legenda Malaysia.

Selama Chong Wei bertarung di lapangan, dirinya belum pernah meraih gelar bergengsi di dunia bulu tangkis seperti juara Olimpiade, juara dunia, maupun juara Piala Thomas. Namun, untuk perolehan Super Series atau Super Series Primer, Chong Wei sudah terbiasa meraihnya. Sejak Chong Wei diperkenalkan level Super Series dan Super Series Primer tahun 2006 dan diimplementasikan di tahun 2007, yang bersangkutan telah meraih 64 gelar dan 31 runner-up. Dari prestasinya itu di antaranya saat belum menggunakan gelar Super Series.

Namun, untuk bidang kejuaraan bergengsi, Chong Wei memang selalu kesulitan. Dia hanya mampu meraih medali perak di tiga kali beruntun sejak tahun 2008. Ia sempat meraih empat medali perak di tahun, 2011, 2013, 2014, dan 2015 serta medali perunggu di tahun 2005. Untuk kejuaraan Piala Thomas, Ching Wei hanya mampu meraih medali perunggu di tahun 2006, 2008, 2010, 2014, dan 2016.

Kegagalan Chong Wei untuk meraih medali emas pada Olimpiade Rio 2016 membuat banyak rakyat Malaysia bersedih. Bahkan, Chong Wei bersama ayahnya, Lee Ah Chai meminta maaf kepada masyarakat Malaysia secara umum. Anak saya tetap pemain terbaik dunia karana mampu ke final Olimpiade tiga kali berturut-turut,” kata Ah Chai seperti dikutip dari BH Online.

Berbeda dengan Taufik, meskipun ia hanya mampu memenangkan satu gelar Super Series dan 11 gelar berlabel Open, pebulu tangkis asal Jawa Barat ini berhasil meraih gelar bergengsi di atas Chong Wei.

Dilansir dari inilah.com, Taufik berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Athena 2004. Setahun setelahnya, ia meraih gelar Juara Dunia di Anaheim, Amerika Serikat serta satu medali perak (2010) dan dua medali perunggu (2001 dan 2009). Selama Taufik berlaga, Taufik mengikuti enam pagelaran Piala Thomas dan mampu dua kali menjadi juara (2000 dan 2002), medali perak (2010), dan tiga perunggu (2004, 2006, dan 2008).

Meskipun prestasi Taufik lebih unggul dibanding Ching Wei, Taufik tetap menganggap Chong Wei sebagai panutan. Menurutnya, Chong Wei telah banyak perjuangan untuk dunia bulu tangkis. “Dia adalah sosok panutan,” ujarnya saat dihubungi jawaPos.com.

Taufik menambahkan, semua orang telah mendukung Chong Wei di Olimpiade 2016 ini. Bahkan, Taufik yakin Chong Wei akan mempersembahkan emas pertama untuk Malaysia setelah Chong Wei berhasil mengalahkan Lin Dan di semifinal.

Namun, kenyataan berkata lain. Chong Wei kalah di ajang olimpiade bergengsi ini untuk ketiga kalinya. Sebelumnya (2008 dan 2012), Chong Wei menyerah dari Lin Dan.

“Ini kehendak Tuhan. Chong Wei kalah di final Olimpiade untuk ketiga kalinya adalah jalan Tuhan,” jelas taufik, dikutip dari jawapos.com.

Taufik juga memberikan penghormatan untuk sang sahabat dari Malaysia tersebut. “Tidak lagi sosok pebulu tangkis seperti Chong Wei. Dia sangat hebat!” pungkas Taufik.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaRizal Ramli: Ahok Deketin Almarhum Istri Saya
Berita berikutnyaPengakuan Mengejutkan 2 Bule Tersangka Pembunuhan Aipda Sudarsa