Berani! Presiden Ini Tuduh Teroris Adalah Buatan Amerika


jamaah-berkumpul-usai-bom-meledak-di-madinah-_160705074822-867

Terorisme yang kini mengancam banyak negara  dan  kini marak terjadi dinilai Presiden Filipina, Rodrigo Duterte sebagai ‘karya Amerika Serikat (AS).

Pernyataan kontorversial tersebut dikeluarkan Duterte pada, Jumat (09/07/2016), menyusul kembali maraknya terjadi teror bom b***h diri di berbagai belahan dunia, termasuk juga Indonesia.

Dilansir dari Associated Press (AP), intervensi AS kepada konflik yang terjadi di timur tengah lah yang menimbulkan benih-benih teroris yang kini meneror dunia.

Dalam pidatonya tersebu, secara terang-terangan Duterte menuding kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah yang menjadi penyebab berbagai serangan maut yang kini melanda hampir seluruh belahan dunia.

“AS memaksakan kehendaknya di Irak. Lihat seperti apa Irak sekarang, lihat seperti apa Libya sekarang, dan jadi apa Suriah saat ini,” papar Duterte di depan komunitas Muslim Kota Davao, Filipina.

Duterte Is A MASTERFUL Tactician And Strategist

“Semua orang, termasuk anak-anak kini sedang dimusnahkan di sana ( Timur Tengah ),” imbuh Duterte.

Dalam pandangan Duterte, upaya AS ini secara tidak langsung menimbulkan kebencian bagi sebagian masyarakat Timur Tengah, sehingga hal inilah yang mendorong mereka melakukan upaya balas dendam. Dan akhirnya membentuk kelompok-kelompok teroris yang kini menjadi musuh bersama bagi semua negara termasuk di Filipina.

Dalam kesempatan ini, selain menyampaikan kritikan pedas kepada AS, Duterte juga menyiratkan akan mencoba membuat hubungan harmonis dengan China.

Indikasi hal tersebut, tersirat dalam pernyataan Duterte akan mempertimbangkan bantuan dana dari Tiongkok untuk pembangunan sejumlah rel kereta di Filipina.

Selain itu dalam pemerintahannya Duterter juga memberikan dua kursi menteri kepada pejabat dari Partai Komunis.

Duterte juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan keleluasaan yang lebih kepada komunitas Muslim di Filipina, yang selama ini diketahui memang hanya menjadi minoritas dan oposisi, melalui bentuk negara federal. Duterte mentargetkan nantinya bisa mencapai kesepakatan damai dengan pemberontak Muslim di Mindanao.

Secara terbuka Duterte sudah meminta kepada umat Muslim Filipina agar bisa mendukung upayanya tersebut.

“Sebagai sebuah bangsa, kita harus duduk bersama. Mengapa kita harus saling membunuh?” ujar Duterte.

Terkait dengan kelompok Abu Sayyaf yang hobi menculik kapal dan warga asing, Duterte belum memberikan detail rencananya untuk bisa mengatasai masalah ini.

Hanya saja Duterte memberikan peringatan keras agar Abu Sayyaf menghentikan aksi nya tersebut, atau akan menerima konsekuensi berat dari militer.

 

 


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaAda Dugaan Diracun, Mencuat Wacana Agar Husni Kamil Manik Diautopsi
Berita berikutnyaLucu, Jaksa dan Hakim Ketahuan Terima Suap saat Pimpin Persidangan