Mengejutkan! Inilah Pernyataan Ulama Gay Tentang Pembataian di Orlando


    daayie

    Masih terkait dengan penembakan di Pulse atau tempat berkumpulnya kaum gay di Orlando, Amerika Serikat, tidak hanya orang biasa atau dari kalangan selebritis dan pemerintahan saja yang bereaksi, seorang imam sekaligus ulama dari negara Paman Sam yang juga seorang gay bernama Daayie Abdullah (62), turut memberikan statemennya.

    Abdullah adalah seorang pria kelahiran Detroit yang memeluk agama Islam setelah usianya menginjak 30 tahun. Dia secara terbuka mengakui bahwa dirinya adalah seorang gay dan juga imam di salah satu masjid yang mentolerir kaum LGBT (Lesbian, Biseksual, Gay dan Transgender) di Washington.

    Terkait dengan penembakan yang dilakukan oleh Omar Mateen atau eksekutor yang membuat 50 orang tewas dan lebih dari 50 orang lainnya luka-luka tersebut, Abdullah mengaku sangat terkejut sekaligus bersedih.

    Dia berpendapat bahwa alasan kenapa Omar memuntahkan peluru-peluru menggunakan senjata mesin tersebut karena sang ayah merasa kesal ada pria berciuman, adalah tidak masuk akal.

    “Tapi bukankah setiap pria di negara muslim juga berciuman? Saya mencium pria di negara muslim. Itu bukan sesuatu yang bersifat seksual, tapi persahabatan. Tak ada yang salah dengan Alquran. Masalahnya adalah bagaimana orang menafsirkannya,” jelasnya, seperti ang dikutip dari Times of India via merdeka.com (17/06/2016).

    Bahkan Abdullah juga mengutip beberapa ayat di Alquran, yaitu tidak ada penjelasan khusus mengenai jenis kelamin apa yang wajib dan sah untuk menikah. Tidak ada penjelasan mengenai kaum LGBT dan sejenisnya.

    “Tak ada ayat Alquran yang melarang homoseksual. Memang ada disebutkan tentang pria yang tidak bernafsu terhadap perempuan. Seperti di Surat An-Nur ayat 31 dan 32, terutama di ayat 32. Quran juga tidak menjelaskan jenis kelamin untuk pernikahan,” lanjutnya.

    Secara terang-terangan pula, pria yang memiliki background pendidikan Quran dan Shariah ini mengatakan bahwa Rasullulah-pun tidak mengizinkan siapa saja untuk membunuh orang gay.

    Tidak hanya itu saja, dia mengatakan bahwa kaum Wahabi dan Salafi lah yang patut disalahkan karena telah salah menafsirkan tentang masalah homoseksual dalam Alquran. Selama ini dia telah meneliti bahwa justru ada tafsir positif terkait kaum-kaum tersebut.

    Menurutnya, perlakuan tidak simpatik terhadap kaum gay dan LGBT lainnya karena banyak pihak yang tidak menginginkan ada orang-orang seperti dirinya muncul ke permukaan dan membuat tatanan masyarakat menjadi berubah dan terlihat aneh.