Lagi-Lagi Trump Mengoceh Soal Islam, Kali Ini Terkait Penembakan di Orlando


    trump

    Donald Trump yang merupakan kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, memang sudah beberapa kali mengeluarkan pernyataan negatif tentang Islam dan umat Muslim. Hal ini terulang lagi pada hari Senin (13/6) lalu, saat Trump menganggap umat Muslim punya andil besar atas terjadinya penembakan Orlando yang menewaskan 50 orang dan menyebabkan luka berat pada 53 orang lainnya.

    Trump menganggap komunitas Muslim mengenal dan mengetahui orang-orang yang berpotensi untuk melakukan serangan seperti halnya pelaku penembakan Orlando, Omar Mateen. Terkait hal ini, Trump menyalahkan karena umat Muslim tak bersikap proaktif dengan melaporkan orang-orang seperti Mateen sebelum mereka melakukan serangan.

    “Orang-orang yang mengenalnya, mantan istrinya, orang lain. Mereka tak melaporkannya. Untuk beberapa alasan masyarakat Muslim tak melaporkan orang-orang seperti ini,” kata Trump seperti dilansir dari republika.co.id (24/6/2016).

    Trump juga menyarankan agar pemerintah Amerika Serikat lebih ketat mengawasi masjid dan menugaskan badan intelijen untuk mengumpulkan informasi terkait umat Muslim yang berpotensi melakukan penyerangan. Ia meyakini, komunitas Muslim mengetahui siapa saja orang-orang yang bisa ‘berbahaya’ dan bisa melakukan serangan.

    “Percayalah, komunitas ini tahu orang-orang yang memiliki potensi untuk ‘meledak’,” kata Trump.

    Di sisi lain, Trump juga menyindir Presiden Obama melalui kicauannya di Twitter tak lama setelah penembakan Orlando terjadi. Trump menganggap Obama tidak cukup berani untuk menuding terorisme Islam radikal sebagai pelaku penembakan di Orlando. Lucunya lagi, Trump juga meminta Obama untuk mundur dari jabatannya karena hal ini.

    “Apakah Presiden Obama akhirnya akan menyebut terorisme Islam radikal? Jika tidak ia harus segera mundur dalam malu!”

    “Apa yang terjadi di Orlando hanyalah permulaan. Kepemimpinan kita lemah dan tak efektif…” tulis Trump di akun Twitter-nya seperti dilansir dari liputan6.com (13/6/2106).

    Trump juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang lawan politiknya, Hillary Clinton, dengan me-retweet akun Twitter salah satu hater Clinton, @WandaWalls20, yang berbunyi “Tolong buat kami aman. Kami tak bisa membiarkan Hillary menjadi presiden. Kami akan berada dalam banyak masalah.”

    Sementara itu, ocehan Trump kali ini juga mendapat tanggap negatif dari sebagian besar netizen. Mereka mengecam sikap Trump yang terkesan arogan dan tidak bisa membaca situasi. Bukannya turut berduka dan mendoakan para korban, Trump justru menyalahkan umat Muslim dan memanfaatkan momen penembakan di Orlando untuk menyerang lawan-lawan politiknya.