Kapolri Larang Warga Sipil Gunakan Atribut ‘Turn Back Crime’. Kenapa?


IMG-20151129-WA0036

Belakangan, kaos atau atribut polisi dengan tulisan ‘Turn Back Crime’ sangat populer di masyarakat. Pakaian yang sering dipakai oleh polisi saat melaksanakan tugas tersebut kemudian digandrungi oleh sebagian masyarakat hingga khrinya banyak yang mengoleksinya.

Akan tetapi, masyarakat sipil harus berfikir ulang untuk mengoleksi atau memakai kaos atau atribul lain dengan tajuk ‘Turn Back Crime’. Sebab Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Badrodin Haiti menegaskan jika atribut tersebut bukan untuk warga sipil.

“Ya, memang sudah masuk di kita surat larangan penggunaan atribut khusus polisi atau interpol tersebut digunakan oleh masyarakat umum (sipil),” kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, di Bandarlampung, Senin (23/5/2016), dikutip dari republika.co.id.

Tidak tanggung-tanggung, bagi yang melanggar larangan tersebut akan dikenai sangsi pidana dan bisa dapat ganjaran berupa kurungan penjara selama tiga bulan.

“Kapolri melarang pengenaan pakaian ‘Turn Back Crime’ itu bagi warga sipil karena pakaian tersebut sering disalahgunakan untuk memperlancar tindak kejahatan,” katanya.

Sulistyaningsih menegaskan bahwa jenis atribut yang dilarang dipergunakan oleh warga sipil adalah pakaian berwarna biru dongker bertuliskan ‘Turn Back Crime’ disertai tulisan polisi atau atribut Polri.

Lanjut ke halaman selanjutnya >>


1
2
BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIni Kata Sandiaga Uno Setelah Prabowo Tak Memilih Dirinya
Berita berikutnyaSalah Satu Pembunuh Eno Bisa Lepas – Analisis Hukum