Durhaka! Hanya Karena Tak Diberi Uang 10 Ribu, Anak Ini Tendang Kepala Ibunya


SURATKABAR.ID – Rabu (21/8/2019) viral sebuah video berdurasi 39 detik yang membuat geram banyak orang. Pasalnya, di dalam video tersebut terlihat seorang anak sedang menendang kepala ibunya.

Dan aksi yang membuat banyak orang marah tersebut dipicu uang Rp 10 ribu saja. Awalnya video tersebut berisi curahan hati sang ibu, sembari tiduran ia mengeluhkan anaknya yang kerap memperlakukannya dengan kasar.

“Lapo koen iki, ambek wong tuo kok ditutuki. Kualat koen ndase wong tuo koen tutuki (Kamu ini kenapa, sama orang tua kok dipukuli. Kualat kamu kepala orang tua kamu pukuli),” dilansir dari Detik.com pada Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Sadis! Demi Warisan untuk Bebaskan Pacar dari Penjara, Wanita Ini Berusaha Habisi Nyawa Ibunya

Tidak terima dengan perkataan sang ibu, anak-anak tersebut sontak saja bangun dari samping ibunya dan menendang kepalanya dengan cukup kencang menggunakan kaki kanan. Lebih parahnya lagi, sang ibu dalam video tersebut mengaku sedang sakit. Video tersebut viral di akun Facebook bernama Novi Dwi Cahyanti.

Setelah viral video tersebut dihapus oleh pemiliknya. Dan sekarang kasus sudah ditangani oleh Polsek Tegalsari, Surabaya. Diketahui, anak yang menendang kepala ibunya itu bernama Andri Prasetyo. Menurut keterangan dari Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya Aditama, hal tidak terpuji itu dilakukan lantaran kesal dengan sang ibu yang tak memberikannya uang Rp10 ribu.

Kasus tersebut diselesaikan secara mediasi dan sang ibu yang kepalanya ditendang tidak tega melihat putranya dimasukkan ke dalam jeruji besi.

Baca juga: Aksi Nekat Bocah 12 Tahun Kabur dari Rumah dan Tinggal Bersama Kekasihnya Berusia 22…

“Atas permintaan ibunya yang saat ini sedang sakit keras. Permohonan dari ibundan keluarganya hanya dimediasi secara kekeluargaan. Karena ini ranahnya kekeluargaan, jadi kami dari pihak polsek mengundang dari pihak DP5A (Pemkot Surabaya). Kemudian dari warga dan kecamatan seluruh keluarganya kita undang ke sini kita mediasi. Agar permasalahan ini selesai dan tidak terjadi di kemudian hari,” pungkasnya.