Penjelasan PT KCI Soal Aksi Viral Sejoli yang Bermesraan di KRL


SURATKABAR.ID – Aksi pasangan muda-mudi yang bermesraan ketika menaiki kereta commuter line (KRL) Jabodetabek viral di media sosial beberapa waktu lalu. Bukan tanpa alasan, kedua remaja tersebut dengan santainya berlaku tak senonohpadahal mereka ada di dalam moda transportasi umum.

Dihimpun Tribunnews.com, Jumat (2/8/2019), dari unggahan akun media sosial Instagram @nyinyir_update_official, pada Senin (29/7) yang lalu, terlihat ada sepasang muda dan mudi yang tampak begitu cueknya menempati kursi prioritas di KRL tersebut.

Ternyata bukan hanya itu saja yang bikin warganet jengah. Karena muda mudi tersebut duduk dalam posisi yang dinilai menyalahi aturan. “Kejadian kemarin pas otw rangkas. Mereka ingetnya lagi di Meksiko mungkin L,” begitu bunyi keterangan di tengah video berdurasi kurang dari 1 menit tersebut.

Jelas tampak pada unggahan bahwa si wanita meletakkan salah satu kaki di atas paha kekasihnya. Keduanya asyik mengobrol sambil berpegangan tangan dan sesekali saling mendekatkan wajah satu sama lain.

Baca Juga: Sudah Tidak Malu Pasangan Muda Mudi Berbuat M***m di Warung Hingga Hebohkan Warga

Hingga Rabu (31/7) video tersebut telah diputar hingga lebih dari 277 ribu kali dan dibanjiri tanggapan negatif dari penghuni jagat maya.

Sehari sebelumnya, Selasa (30/7), akun Instagram @nyinyir_update_official lagi-lagi membagikan perilaku tak pantas dari penumpang KRL yang dinilai telah melewati batas kesopanan.

Tak jauh berbeda dengan video sebelumnya, rekaman ini juga menangkap aksi sepasang muda-mudi yang duduk di bangku KRL. Mereka tenggelam dalam percakapan seru dan terkadang saling mendekatkan tubuh dan wajah.

Menanggapi hal tersebut, Humas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba buka suara. Ia sangat menyayangkan tindakan pelanggaran etika yang dilakukan oleh para pengguna KRL. Ia menilai, pihaknya sebenarnya sudah sering mensosialisasikan etika ketika berada di dalam KRL.

“Kami lakukan terus sosialisasi, termasuk di media sosial. Mungkin tindakan semacam ini bisa dianggap mengganggu kenyamanan penumpang lain,” ujar Anne, dikutip Tribunnews dari Kompas.com.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memahami etika tersebut tanpa harus menunggu petugas datang menegur. Menurutnya, diperlukan kerja sama yang baik antara penumpang dengan petugas di dalam KRL untuk menghindari terulangnya kejadian tersebut.

“Jika mengetahui hal semacam ini penumpang dapat lapor ke petugas dengan menghubungi nomor telpon 021-121 atau sosmed @commuterline supaya petugas bisa mengingatkan,” pungkasnya.