Utang Pemerintah Bertambah, Rizal Ramli Sebut Menteri Keuangan ‘Ratu Utang’


SURATKABAR.ID – Rizal Ramli yang merupakan Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli kembali melemparkan kritik kepada pemerintah, khususnya Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan. Menurut Rizal Ramli, Sri Mulyani cocok disebut sebagai ‘Ratu Utang”. Hal ini disebabkan karena jumlah utang Republik Indonesia per April 2019 kembali naik.

Seperti dilansir dari laporan Detik.com, Jumat  (17/05/2019). Rizal Ramli menyampaikan kritikannya itu melalui cuitan Twitter-nya.

“Utang Pemerintah Setahun Naik Rp 347T. Nyaris Rp1 Trillun per hari ! 👎 Kok prestasi tertinggi ngutang? Wong Menkeu “Ratu Utang” dipuja2 kreditor karena berikan bunga tertinggi di ASEAN,” demikian dicuitkan akun @RamliRizal, Jakarta, Jumat (17/05/2019).

Berdasarkan pantauan jurnalis, cuitan yang dilakukan Rizal pada pukul 14.08 WIB itu kini sudah mendapat likes lebih dari 3.635 dan retweet sebanyak 2.249 kali.

Diketahui, total utang pemerintah kembali bertambah naik. Hingga April 2019, total utang pemerintah sudah mencapai Rp 4.528,45 triliun.

Baca juga: Kembali Digelari Menteri Keuangan Terbaik, Postingan Sri Mulyani Jadi Sorotan Netizen

Jika dilihat dalam kurun waktu 1 tahun, total utang pemerintah pusat sudah bertambah Rp 347,84 triliun. Pada April 2018, posisi utang pemerintah RI yakni sebesar Rp 4.180,61 triliun.

Namun jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, utang pemerintah turun Rp 38,86 triliun. Posisi utang pemerintah di Maret 2019 adalah sebesar Rp 4.567,31 triliun.

Rincian Utang yang Naik Rp 347 T

Melalui rilisan perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikeluarkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan konpers APBN Kita, pemerintah membuka data kondisi keuangan negara termasuk utang pemerintah.

Per April 2019, total utang pemerintah mencapai Rp 4.528,45 triliun. Utang itu rasionya setara dengan 29,65% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Utang tersebut sebenarnya turun jika dibandingkan dengan posisi utang di bulan sebelumnya, Maret. Meski begitu, jumlahnya masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Apabila dilihat dalam kurun waktu 1 tahun total utang pemerintah pusat sudah bertambah Rp 347,84 triliun. Pada April 2018, utang pemerintah RI sebesar Rp 4.180,61 triliun. Namun jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya utang pemerintah turun Rp 38,86 triliun. Posisi utang pemerintah di Maret 2019 adalah Rp 4.567,31 triliun.

“Posisi utang pemerintah di level 29,56% di bawah 30%. Outstanding utang turun Rp 38,8 triliun dibandingkan Maret tahun ini satu bulan turun Rp 38 triliun,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (16/05/2019).

Bila dirinci, utang pemerintah yang Rp 4.528,45 triliun itu terdiri dari pinjaman sebesar Rp 780,71 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) Rp 3.747,74 triliun.

Pinjaman yang Rp 780,71 triliun tersebut adalah pinjaman luar negeri Rp 773,98 triliun. Rinciannya, pinjaman bilateral Rp 319,67 triliun, multilateral Rp 415,68 triliun, komersial Rp 38,64 triliun. Sedangkan pinjaman dalam negerinya Rp 6,73 triliun.

Untuk SBN yang Rp 3.747,74 triliun terdiri dari denominasi Rupiah Rp 2.735,78 triliun. Rinciannya SUN (Surat Utang Negara) Rp 2.260,50 triliun, SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) Rp 462,95 triliun. Selanjutnya, denominasi valas sebesar Rp 1.011,96 triliun dengan rincian SUN Rp 759,89 triliun dan SBSN sebesar Rp 216,07 triliun.