Kesal Gara-Gara ‘Provinsi Garis Keras’, Fadli: BPIP yang Ada Mahfud Dibubarkan Saja Enggak Guna


SURATKABAR.ID – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengusulkan agar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk dibubarkan. Menurutnya, badan yang dibentuk pada Februari 2018 ini bukan badan yang diperlukan negara.

“Dari awal saya mengatakan badan ini enggak perlu. BPIP yang ada Pak Mahfud ini dibubarkan saja. Enggak ada gunanya,” ujar Fadli ditemui di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta pada Senin (29/4), seperti yang dikutip dari laman JPNN.com.

Alasan Fadli menyinggung nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut ada kaitannya dengan pernyataan ‘provinsi garis keras’ yang dilontarkan oleh Mahfud MD yang juga merupakan anggota dewan pengarah BPIP.

Dalam sebuah video yang ramai diperbincangkan sejak beberapa waktu lalu, Mahfud MD diduga menghubungkan daerah atau provinsi yang berhasil dimenangkan Paslon Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam gelaran Pilpres 2019 adalah ‘provinsi garis keras’.

Baca Juga: Dikritik Kubu Prabowo, Mahfud MD Malah Diapresiasi TKN Terkait Pernyataan ‘Ptovinsi Garis Keras’

Menurut Fadli, ucapan Mahfud MD tersebut bisa dikategorikan sebagai bentuk provokasi. “Pembubaran BPIP harus dilakukan menyusul pernyataan Mahfud itu sendiri,” tukas politikus dari Partai Gerindra tersebut dengan pedas.

Ia menilai, sebagai pengarah BPIP yang mengemban tugas untuk mengarahkan serta mengajarkan nilai-nilai luhur Pancasila, seharusnya Mahfud MD dilarang mengeluarkan pernyataan yang bisa memicu perpecahan di bangsa ini.

“Sekarang yang bersangkutan itu memecah belah. Jadi bubarkan saja BPIP itu. Enggak ada gunanya buang-buang duit rakyat. Dan juga apa isinya? Model Pancasila seperti apa? Ini yang dimaksud dengan pembinaan Pancasila?” seloroh Fadli ketus.

Sebagai pengingat, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dibentuk tahun lalu. Saat ini posisi Ketua Dewan Pengarah BPIP dipegang oleh Megawati Soekarnoputri. Sementara anggotanya adalah Mahfud MD, mersama Ma’ruf Amin, Said Aqil Siradj, Amhad Syafii Maarif dan lainnya.