Ngeri! 14 Ular Sepanjang 4 Meter Lepas Akibat Banjir Bogor, Baru 6 yang Tertangkap


SURATKABAR.ID – Banjir Sungai Cikeas Bogor menyebabkan 14 ekor ular sanca terlepas dari kandangnya. 6 ekor di antaranya berhasil ditangkap. Artinya, ada 8 ekor ular dengan panjang 4 meter yang masih bebas berkeliaran.

Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, seperti yang dihimpun dari laman Tribunnews.com pada Minggu (28/4/2019), memposting video detik-detik penangkapan 14 ular jenis sanca di Bogor.

Pada Sabtu (27/4), melalui akun media sosial Twitter miliknya, @Sutopo_PN, Sutopo mengunggah sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga mennggotong beberapa ekor ular sanca yang lepas. Terlihat pula genangan air bekas banjir dalam rekaman berdurasi 45 detik tersebut.

“Saya enggak berani, maaf saya enggak berani. Mohon maaf, mohon maaf,” terdengar suara si perekam video.

Sutopo, dalam keterangan videonya menuliskan ada sebanyak 14 ekor ular sanca yang terlepas dari tempat peliharaannya pascabanjir yang disebabkan Sungai Cikeas menerjang.

Baca Juga: Seekor Ular Piton Terpaksa Dioperasi Karena Telan Benda Ini

Ia merinci, warga telah menemukan 6 ekor ular sanca, sementara 8 yang lain masih dalam tahap pencarian. Ia juga mengungkapkan, ular sanca yang ditangkap memiliki panjang mencapai 4 meter.

Adapun penangkapan 4 ekor ular sanca tersebut diketahui terjadi di Vila Mahkota Pesona RT 10/25, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

14 ular sanca lepas dari tempat pemelihataan akibat meluapnya Sungai Cikeas. 6 ekor ular sanca telah ditemukan, 8 ekor masih dicari. Panjang ular mencapai 4m. 4 ular sanca ditemukan di Vila Mahkota Besona Rt 10/25, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor,” tulis Sutopo pada unggahannya.

Sementara itu, seperti yang dikutip Tribunnews.com dari Kompas, ular yang ditangkap tersebut langsung diserahkan ke BKSDA Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Bogor, Jawa Barat.

“Langsung kita serahkan (BKSDA) nanti sisanya akan dicari lagi. Semoga tidak membahayakan warga sekitar,” ujar Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman pada Jumat (26/4) lalu.

Puarman menyebutkan bahwa sejauh ini tujuh perumahan terkena dampak meluapnya Sungai Cikeas. Di Kabupaten Bogor ada Perumahan Vila Nusa Indah 3 dan Vila Mahkota Pesona di Desa Bojongkulur, dan Perum Cibubur City di Desa Nagrak.

Sementara di Kota Bekasi, banjir merendam Perumahan Puri Nusaphala, Mandosi Permai, dan Jatisari. Ketiga lokasi terletak di kecamatan Jatiasih.

Untuk ketinggian air yang merendam enam perumahan terdampak banjir luapan Sungai Cikeas tersebut bervariasi, yanki antara 40 hingga 120 centimeter. Sementara menurut laporan untuk banjir yang melanda Perumahan Buperta Jatisari, Bekasi, terpantau mencapai 2 meter.

“Untuk pertama kalinya alat ukur Tinggi Mula Air (TMA) mencapai 500 centimeter sejak 12 tahun lalu di mana ketika itu ketinggian hanya mencapai 450 centimeter. Jadi totalnya ada tujuh perumahan terkena banjir,” jelasnya.