JK Sebut Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tidak Perlu Mediator


SURATKABAR.ID – Menurut penilaian Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), wacana rekonsiliasi di antara dua kubu pasangan calon presiden 01 Ir. Joko Widodo (Jokowi) dan 02 Prabowo Subianto harus sesegera mungkin dilakukan. Kendati demikian, JK menilai tidak perlu ada mediator dalam pertemuan antara calon presiden inkumben dengan calon presiden Prabowo Subianto. Hal ini, menurut JK, lantaran tidak ada permusuhan di antara keduanya.

“Mereka enggak perlu mediator, pertemuan saja. Ini kan tidak ada musuh dengan musuh lagi, sudah habis,” ungkap JK saat ditemui di PT Kawasan Berikat Nusantara, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (23/04/2019). Demikian seperti dikutip dari reportase Tempo.co, Rabu (24/04/2019).

Wacana rekonsiliasi muncul setelah JK dan sejumlah tokoh muslim bertemu di rumah dinasnya yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, sebenarnya petahana Jokowi telah mencoba memulai dengan mengirim utusan ke Prabowo, pasca-Pemilu usai.

Utusan yang ditunjuk tak lain ialah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Luhut mengaku sudah menghubungi Prabowo dan mencoba untuk bertemu. Namun pertemuan mereka belum terlaksana.

Baca juga: Sejumlah Tokoh Islam Berkumpul di Rumah JK Malam Ini, Ada Apa?

JK mengimbuhkan ia juga enggan jika diminta menjadi mediator.

“Presiden sudah menugaskan Pak Luhut, beliau kan teman baik. Saya kira nunggu waktu yang baik,” sambung JK kemudian.

JK menegaskan pertemuan itu dapat menenangkan massa yang ada di tingkat akar rumput. Pasalnya saat ini, masyarakat seakan terpecah-belah akibat adanya deklarasi kemenangan yang dibuat oleh kedua kubu terkait hasil Pilpres 2019.

Sebelumnya, JK diketahui mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam di Rumah Dinas Wakil Presiden, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin malam (22/04/2019). Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas langkah jangka pendek yang bisa diambil untuk menyelesaikan sejumlah masalah yang muncul pasca-pemilihan presiden.

Salah satunya menyoal upaya merekonsiliasi antara dua kubu calon presiden dan wakil presiden.

“Tentu diharapkan tadi makin cepat makin baik apabila Pak Jokowi dapat bertemu dengan Pak Prabowo,” ucap JK seusai pertemuan.

Penuturan JK, dalam pertemuan itu disepakati juga agar tiap organisasi masyarakat (ormas) tetap menjalankan organisasi masing-masing dengan pikiran jangka panjang dan menjalankan Islam di indonesia yang  moderat. Apalagi, ungkap JK, jika mengingat saat ini sudah semakin menjelang Bulan Ramadhan.

“Semoga masyarakat tertib dan menunggu dengan sabar tanggal 22 (Mei) tanpa berbuat ada kekerasan ataupun perselisihan,” tukas JK.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi  Mahfud MD.

Tampak pula ikut hadir Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid dan Sekretaris Jenderalnya Anwar Abbas, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar, Ketua Ikatan Cendikawan Muslim Indonesia Jimly Ashidiqqie serta Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Syafruddin.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Salahudin Wahid, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal, cendekiawan muslim Komarudin Hidayat, Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq, Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) Indonesia Hamdan Zoelva, Waketum PP PERSIS Jeje Zainuddin, dan Ketua Umun PB Al Washliyah Yusnar Yusuf juga mengikuti pertemuan di rumah dinas JK tersebut.