Kisah Duka Pemilu 2019, 9 Petugas KPPS dan Polisi Meninggal. Apa Sebabnya?


SURATKABAR.ID – Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 harus diwarnai dengan kabar duka. Pasalnya, sebanyak 9 orang dari anggota kepolisian dan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia ketika menjalankan tugas di gelaran lima tahunan ini.

Seperti yang dirangkum dari laman Tribunnews.com pada Jumat (20/4/2019), para petugas KPPS maupun anggota kepolisian atau TNI yang bertugas berjatuhan lantaran terlalu lelah merampungkan rekapitulasi sejak Rabu (17/4) hingga Kamis (18/4) dini hari.

 

Akun terverifikasi milik Brigjen Pol Krishna Murti, seperti dikutip Tribunnews.com dari Wartakotalive.com, menyampaikan berita duka cita melalui media sosial Instagram pada Jumat (19/4) kemarin.

Innalillahi wa innaillaihi roji’un.. Selamat jalan abangda baik hati.. Kemarin masih bersama kami. Sekarang beliau meninggalkan kita semua.. Wafat saat melaksanakan tugas pengamanan Pemilu di NTT.. Semoga semangat pengabdian beliau bisa menjadi sari tauladan bagi kami semua.. RIP *BJP. Drs. SYAIFUL ZACHRI.* Semoga Almarhum husnul chotimah, diampuni dosanya dan Kel yg ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran dan keikhlasan. Aamiin YRA #kmupdates,” tulisnya.

Baca Juga:

Dua orang Ketua KPPS juga diberitakan meninggal dunia dikarenakan kelelahan ketika bekerja di setiap tempat pemungutan suara (TPS) wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Keduanya menghembuskan napas terakhir tak lama usai melakukan penghitungan suara di TPS masing-masing, Kamis (18/4) lalu.

Mereka adalah Ketua KPPS TPS 11 Kampung Ciburaleng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang Supriyanto (54). Dan Ketua KPPS TPS 2 Jeje (60), yang merupakan warga Kampung Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.

Kedua korban disemayamkan di rumah duka masing-masing pada Kamis malam. Berdasarkan informasi, diketahui, kedua Ketua KPPS yang meninggal tersebut juga memiliki riwayat penyakit jantung dan juga bronkhitis.

Iman, Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Cigalontang, mengungkapkan penyebab korban meninggal dunia adalah karena kurang tidur dan kelelahan. Hal tersebut menyebabkan para korban tak dapat merasakan adanya riwayat penyakit bronkhitis yang ddatang.

“Memang Ketua KPPS tersebut sejak dua hari itu sibuk mendirikan lokasi TPS dan mereka semua kurang tidur, kelelahan dan kecapekan sampai penghitungan suara dilanjutkan lagi pagi hari untuk dimasukkan ke C1.

“Akan tetapi, Ketua KPPS dipastikan merasakan kecapekan tapi tidak dirasakannya hingga dia jatuh dan pingsan di TPS tersebut,” jelas Iman ketika dimintai konfirmasi mengenai meninggalnya dua Ketua KPPS tersebut, Jumat (19/4) kemarin.

Iman menambahkan, selain menjadi Ketua KPPS TPS 11, korban diketahui juga merupakan pegawai checker PLN yang setiap bulan bertugas melakukan pengecekan dengan cara mendatangi setiap rumah-rumah warga.

“Penghitungan surat suara terus berjalan dan tentunya kejadian itu telah disaksikan oleh para saksi dan petugas keamanan dari polisi, TNI, dan Linmas serta masyarakat yang mana mereka juga telah memberikan pertolongan,” jelasnya lebih lanjut.

Meninggal Usai Mengantarkan Kotak Suara

Berita duka juga datang dari Malang. Petugas KPPS di TPS 4 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Agus Susanto (40) meninggal dunia. Menurut dugaan, Agus meninggal disebabkan karena kelelahan usai menjalani serangkaian kesibukan pemilu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin mengungkapkan Agus meninggal dunia ketika sedang beristirahat di kediamannya di RT 06 RW 01 Kelurahan Tlogomas pada Kamis (18/4) sekitar pukul 03.00 WIB.

Satu jam sebelum ajal menjemput, Agus dikabarkan sempat menuntaskan tanggung jawabnya mengantarkan kotak suara ke kelurahan.

“Satu petugas kami di TPS 4, Kelurahan Tlogomas habis menyelesaikan tugasnya, dan sudah pengiriman kotak suara di tingkat kelurahan, kemudian istirahat di rumah dan beliau dipanggil oleh Allah,” jelas Zaenudin.

Zaenudin menyebut, kabar meninggalnya Agus sangat mengejutkan. Pasalnya, korban sama sekali tak memperlihatkan tanda-tanda tengah menderita penyakit atau kelelahan. “Atas nama KPU Kota Malang, kami menyampaikan belasungkawa dan Insya Allah hari ini (Jumat (19/4) akan ke rumah duka,” ujarnya.

Petugas Meninggal Ketika Mengambol Logistik

Sementara itu di Bogor, Ketua KPPS Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jaenal (56), diinformasikan meninggal dunia ketika menjalankan tugas pemilu, pada Rabu (17/4). Pria yang berprofesi sebagai guru SD ini sempat pingsan ketika melakukan pengecekan di TPS 09 di wilayahnya.

Kapolsek Cijeruk AKP Anak Agung Raka membenarkan berita tentang meninggalnya seorang ketua KPPS yang disebabkan karena kelelahan ketika menjalankan tugas untuk mengambil logistik di gudang penyimpanan.

“Kurang tidur, maka pas pelaksanaan pemilihan kecapekan, maka pingsan sewaktu melaksanakan pengecekan di TPS tadi,” ujar Agung ketika dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon, seperti dikutip Tribunnews.comdari Kompas.com.

Jaenal, disebutkan Agung, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Milea Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan secara intensif di ruang IGD. Namun nasib berkata lain. Sekitar pukul 14.30 WIB, Jaenal dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga pun langsung membawa korban ke rumah duka.

4 Orang Anggota Kepolisian Meninggal Dunia

Dilansir Tribunnews.com dari Kompas.com, empat orang anggota kepolisian dikabarkan meninggal dunia usai melaksanakan tugasnya mengamankan jalannya gelaran pesta demokrasi Pemilu Serentak 2019 pada Rabu (17/4).

Babinkamtibmas Cilengkrang Polsek Cileunyi Aiptu M. Saepudin menghembuskan napas terakhirnya di RS Ujung Berung Bandung, Rabu (17/4) sekitar pukul 09.20 WIB. Adapun penyebab meninggalnya Saepudin adalah karena kelelahan setelah sebelumnya bertugas menjaga kotak suara.

“Iya betul, kemi berduka cita. Ada anggota kami yang meninggal saat sedang menjalankan pengamanan di TPS,” jelas Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko melalui sambungan telepon, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (18/4).

Saepudin sebenarnya sudah mengeluhkan lelah dan mengalami sesak usai menjaga surat suara, Selasa (16/4). Ia kemudian memutuskan beristirahat di Pospol Cilengkrang. “Saepudin, Selasa (16/4) sekitar pukul 23.00 WIB mengeluh lelah setelah mengawal kotak suara,” jelas Truno, Kamis (18/4).

Keesokan harinya, Rabu (17/4), Saepudin mengeluh merasakan sakit pada bagian dada. Oleh rekannya, Saepudin langsung diantar ke Rumah Sakit Ujung Berung untuk mendapatkan pertolongan medis dari dokter. Namun berselang 30 menit kemudian, dokter menyatakan Saepudin telah meninggal dunia.

Hal serupa dialami Aiptu M Supri yang meninggal dunia ketika melaksanakan pengamanan TPS pada Pemilu 2019, Rabu (17/4). Ia tiba-tiba jatuh pingsan ketika akan menjalankan salat Ashar. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Krian oleh petugas yang ada di lokasi.

“Waktu mengamankan penghitungan surat suara, almarhum izin untuk menunaikan salat Ashar. Namun tiba-tiba almarhum jatuh pingsan, sehingga oleh petugas yang berada di lokasi langsung membawa ke Puskesmas Krian,” jelas Kapolsek Krian Kompol M. Kholil, Kamis (18/4).

Di Puskesmas Krian, korban mendapatkan pertolongan pertama. Namun almarhum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong. “Sayangnya setelah mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.00,” imbuhnya.

Di tempat lain, personil Polres Lombok Tengah Bripka Ichwanul Muslimin yang bertugas di 49 TPS dalam rangka PAM Pemilu 2019 diberitakan meninggal usai terlibat kecelakaan sepeda motor ketika akan bergerak ke Polsek Prabar guna melaksanakan Apel Kesiapan PAM TPS dalam rangka Pileg dan Pilpres.

Sementara itu kabar duka dari gelaran Pemilu Serentak 2019 juga datang dari anggota Polres Bondowoso Polda Jawa Timur Brigadir Prima Leion Nurman Zasono meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas.

Insiden yang merenggut nyawanya tersebut terjadi ketika korban hendak berangkat menuju tempat TPS ploting PAM Korban terlibat kecelakaan dengan mobil Isuzi Panther bernopol P 1126 DE yang melaju dari arah berlawanan.