Pelajar SD dan SMP Ini Akhirnya Berurusan dengan Polisi Setelah Hamili Siswi SMA


SURATKABAR.ID – Seorang siswa sekolah dasar (SD) dan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) harus berurusan dengan aparat kepolisian. Keduanya dilaporkan karena telah meniduri hingga hamil seorang siswi sekolah menengah atas (SMA). Korban bahkan kini dikabarkan telah melahirkan.

Seperti yang diberitakan dari laman Detik.com pada Senin (15/4/2019), kedua pelaku, merupakan warga dari Kabupaten Probolinggo. Usut punya usut, perbuatan bejat pelaku ternyata sudah dilancarkan sejak setahun yang lalu.

“Korban ini masih berkerabat dengan pelaku yang SMP. Korban memang tinggal di rumah orangtua pelaku SMP sejak kecil,” jelas Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto ketika dimintai konfirmasi terkait kasus tersebut, Senin (15/4).

M yang masih berhubungan sepupu dengan korban sebenarnya sudah berusia 18 tahun. Ia masih duduk di bangku SMP lantaran tak naik kelas beberapa kali. Sementara pelaku yang masih di bangku sekolah dasar diberitakan masih berusia 13 tahun.

Eddwi mengungkapkan korban kali pertama disetubuhi pada April 2018. Awalnya, korbandiperkosa oleh M, pelaku berusia 18 tahun. Perlawanan korban harus berakhir tanpa hasil, lantaran M melancarkan ancaman bakal mengusir korban dari rumah orangtuanya apabila permintaan ditolak korban.

Baca Juga: Edan! Oknum TNI Pesan 2 Siswi SMP untuk Indehoi, Langsung Begini Saat Kasus Terkuak

Pada lain kesempatan, M kembali mengulangi perbuatannya. Akan tetapi kali ini M mengajak serta temannya yang masih SD untuk ikut serta melampiaskan nafsunya kepada korban. Perbuatan ketiga dan seterusnya dilakukan bersama-sama. Ada pula yang dilakukan pelaku SD seorang diri.

Aksi bejat tersebut berlangsung di rumah M ketika tak ada siapa pun. Akhirnya tindakan kedua pelaku sampai menyebabkan korban hamil. Usai mengaku hamil, para pelaku akhirnya panik hingga tak lagi mengajak korban b********h.

“Pelaku telah memperkosakorban sekitar 5 kali hingga korban halim. Dan pihak keluarga baru tahu bahwa pelakunya adalah M dan temannya yang masih SD,” jelas Eddwi.

Setelah menerima pengaduan dari warga sekitar, polisi langsung mengambil tindakan. Aparat segera meringkus kedua pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidanapemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

“Pelaku terancam Pasal 76 D Jo Pasal 81 UU RI, nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Namun kami akan koordinasikan lagi kepada kejaksaan negeri, karena pelaku juga masih berusia di bawah umur,” tandas Eddwi tegas.