Ternyata Ini Penyebab Bau Tak Sedap pada Daerah Kewanitaan


SURATKABAR.ID – Aroma atau bau tak sedap pada area kewanitaan sukses bikin rasa percaya diri menurun drastis. Organ reproduksi wanita memang merupakan bagian yang sangat kompleks. Seperti salah satunya vaginayang pada dasarnya memiliki aroma alaminya sendiri.

Jika bau muncul dibarengi dengan rasa gatal hingga nyeri pada bagian sensitif tersebut, maka saat itulah Anda perlu waspada. Sebenarnya aromavagina pada masing-masing wanita bisa berbeda. Pasalnya hal tersebut dipengaruhi oleh faktor pH serta bakteri yang tinggal di dalamvagina.

Kadar pH memiliki peran penting, yakni untuk mencegah bakteri masuk ke dalam organ reproduksi. Dan ketika bau tak wajar muncul, itu artinya kadar pH di area tersebut sedang tidak stabil sehingga membuat vaginatak memiliki proteksi terhadap bakteri.

Lantas apa yang menyebabkan bau tak sedap pada uagina timbul?

Seperti dilansir Dream.co.id dari Health24 pada Minggu (14/4/2019), di bawah ini 5 hal yang menyebabkan vaginaAnda mengeluarkan aroma tak sedap. Apa saja?

Baca Juga: Ketahuilah, Inilah Ciri-Ciri Wanita yang Jago di Atas Ranjang

1. Hormon dan Siklus Menstruasi

Kadar pH bisa turun akibat hormon estrogen. Hal tersebut menyebabkan vaginasemakin asam dan lebih tahan terhadap bakteri. Biasanya menjelang menstruasi, kadar estrogen akan berkurang dan membuat vagilarentan terhadap infeksi. Inilah yang kemudian bikin bau tak sedap muncul.

2. Diet

Perlu Anda ketahui jika terlalu berlebihan mengonsumsi makanan manis bisa memicu timbulnya infeksi karena yeast sehingga kemudian dapat menyebabkan aroma tak sedap muncul pada organ kewanitaan Anda.

Beberapa buah, seperti semangka, nanas, dan apel sebenarnya dapat membantu menangkal bau tak sedap yang keluar. Sementara itu menu probiotik seperti yogurt dapat menjaga kestabilan bakteri yang ada divagina.

3. Keringat

Aroma keringat masing-masing orang tidak ada yang sama. Dan rupanya aroma keringat juga bisa mempengaruhi aroma pada organ intim wanita. Lalu bagaimana cara mengatasi hal ini, terutama bagi wanita yang gampang berkeringat?

Bagi wanita yang mudah mengeluarkan keringat disarankan untuk mengelap area di sekitar bagian sensitif dan selangkangan menggunakan tissue antiseptik. Namun jangan sampai menggunakan tissue hingga bagian dalam area kewanitaan, ya.

4. HubunganSeksual

Tak seperti cairanvagina, sperma yang bersifat basa dapat menaikkan kadar pH dalam organ kewanitaan. Hubungan suami istri dapat membuat wanita semakin rentan dengan bakteri. Oleh karena itu, sebaiknya segera buang air kecil dan mencuci kemaluandengan baik setiap selesai berhubungan.

5. Pakaian Dalam

Apakah Anda terbiasa mencuci pakaian dalam dengan mesin cuci? Padahal yang sangat direkomendasikan adalah mencuci pakaian dalam dengan tangan. Pasalnya mesin cuci tak efektif membersihkan celana dalam.

Sebelum mencuci pakaian dalam, terlebih dahulu rendam pakaian dalam Anda di dalam larutan deterjen. Selain itu, untuk mengatasi aroma tak sedap pada organ intim karena keringan, sebaiknya pilih celana dalam berbahan katun yang lebih menyerap keringat.