Gagalkan Upaya Penyelundupan 84 Kg Sabu Asal Malaysia, BNN Ungkap Modus Baru Para Pelaku


SURATKABAR.ID – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bekerja sama dengan personel BNN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berhasil menggagalkan jumlah besar narkoba jenis sabu yang coba diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari, seperti yang dihimpun dari laman Jawapos.com pada Jumat (12/4/2019), mengungkapkan dari penangkapan tersebut turut diamankan total barang bukti beripa 84 kilogram sabu.

Adapun barang bukti tersebut, merupakan hasil pengungkapan tiga kasus dengan total tersangka yang berhasil diringkus 8 orang. “Awalnya diamankan dua tersangka pemilik 64 kg sabu yang ditemukan di perairan Seruway, Aceh Taming pada 13 September 2018 lalu,” ujar Arman, di Medan, Jumat (12/4).

Penangkapan tersebut berawal mula dari temuan aparat TNI Angkatan Laut terhadap speedboat tak berpenghuni. Ketika dilakukan pemeriksaan, ditemukan 64 kg sabu. “Namun dua tersangkanya sudah melarikan diri ke Penang, Malaysia,” jelas Arman didampingi Kepala BNNP Sumut Brigjen Atrial.

Berdasarkan hasil kerjasama dengan aparat keamanan Diraja Malaysia, terungkap identitas tersangka, yakni Samsul Bahri dan Maman Nurmansyah. Usai mengetahui identitas para pelaku, polisi Diraja Malaysia pun melakukan penangkapan terhadap keduanya yang kemudian diserahkan ke BNN RI.

Baca Juga: Bawa Ratusan Peluru Aktif Berbagai Jenis, Penumpang China Airlines Dibekuk di Juanda

Tim gabungan, pada Kamis (11/4) malam, berhasil mengamankan sebanyak 10 kg sabu dari jalan lintas Sumatera, tepatnya di depan Hotel Megasari, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.

“10 kilogram sabu yang diamankan ini dibungkus dalam 10 bungkis kotak berlapis lakban yang dicampur dengan getah karet bening untuk mengelabuhi petugas,” ungkap Arman kemudian.

Selain mengamankan sabu seberat 10 kg tersebut, Arman mengungkapkan, pihaknya juga meringkus 3 orang tersangka. Masing-masing diketahui bernama Usman, Rianto, dan Devi Yanti.

“Modusnya, narkotika itu dimasukkan ke Indonesia melalui jalur laut di Dumai untuk dibawa ke Aceh dan Sumut. Adapun peredaran gelap narkotika ini, merupakan jaringan Malaysia–Indonesia (Aceh–Dumai–Medan),” jelas Arman.

Ketiga pelaku ditangkap di Jalan Karya Sekata, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat pada Jumat (5/4). Barang bukti berupa 10 kg sabu turut diamankan dari penangkapan tersebut.

Barang haram tersebut disita polisi dari ketiga tersangka berinisial SL (37), E (35), yang merupakan warga Jalan Karya Setuju Kelurahan Karang Berombak Kecamatan Medan Barat, dan seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, ZH (48).

“Dalam penangkapan itu satu orang tersangka berinisial SL diberikan tindakan tegas terukur di bagian kaku karena melawan dan mencoba melarikan diri,” jelas Arman.

Lebih lanjut Arman mengungkapkan bahwa para pelaku memiliki modus yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Kali ini para tersangka membawa barang terlarang tersebut melalui Dumai yang kemudian dikirimkan ke Aceh sebelum diedarkan ke provinsi lain.

“Ini ada modus yang berbeda dari biasanya, beberapa waktu lalu masu lewat Aceh dikirim ke Sumut dan daerah lain. Kelihatannya ini terbalik, hasil pemeriksaan kita, pemilik barang atas nama Yus, berada di Aceh. Pemilik tetap menginginkan disimpan di Aceh. Dari Aceh dikirim ke daerah lain,” jelasnya.

Aksi penyelundupan narkoba ini dilakukan di bawah kendali narapidana penghuni Lapas Cipinang dan Tanjung Gusta. Polisi juga ikut mengamankan ketiga otak pelaku kasus kali in.

Selain sabu, barang bukti yang turut diamankan adalah 1 unit mobil Honda Jazz putih, mobil truk, beberapa handphone, Honda Civic, 1 unit speedboad, dan sejumlah ATM beserta buku rekening bank yang berisi uang miliaran rupiah.