Sekjen PSI Haramkan Koalisi dengan PKS, Alasannya Karena…


SURATKABAR.ID – Raja Juli Antoni selaku Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan tegas menyatakan mereka tidak akan pernah berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bahkan Raja Juli Antoni menyebut adalah haram apabila koalisi itu sampai terjadi. Apa alasannya?

“Sebagai partai nasionalis ideologis, PSI tidak akan berkoalisi dengan PKS di seluruh pilkada gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia. Haram bagi PSI berkoalisi dengan PKS,” tukas Toni, demikian sapaan akrab Raja Juli Antoni dalam keterangan persnya, Selasa (09/04/2019), menukil reportase Detik.com, Rabu (10/04/2019).

Raja Juli Antoni mengungkapkan, PSI dan PKS tak akan pernah bersatu. Ia pun menuding bahwa PKS kerap mengadakan kampanye yang eksklusif bagi satu golongan.

“PSI dan PKS ibarat air dan minyak yang tidak bisa disatukan. PSI percaya dengan demokrasi tidak boleh bekerja sama dengan PKS yang hanya menjadikan demokrasi sebagai alat untuk mendirikan pemerintahan Islam versi mereka,” tuduh Toni secara blak-blakan.

“Perolehan elektoral PKS memang hanya sekitar 6%, tapi pengaruhnya semakin besar. Kampanye calon Presiden Republik Indonesia saja disulap menjadi eventagama yang eksklusif, seperti yang dikeluhkan mantan Presiden SBY. Bayangkan kalau PKS yang berkuasa, tidak tahu apa jadinya Indonesia,” imbuhnya kemudian.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmi Tetapkan 17 April 2019 Jadi Hari Libur Nasional

Toni yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin itu lantas berbicara soal politik pragmatis nir-ideologis. Sekali lagi, ia menegaskan PSI tak akan berkoalisi dengan PKS. Selain itu, dia juga menyerukan hal serupa ke partai beraliran nasionalis untuk mengikuti mereka.

“Melihat data koalisi partai-partai di pilkada, politik pragmatis nir-ideologis berorientasi kekuasaan belaka membuat partai-partai yang mengaku partai nasionalis tanpa beban berkoalisi dengan PKS. Ber-PSI mengambil posisi tegas. Oleh karena itu, saya mengimbau semua partai nasionalis berikrar untuk tidak berkoalisi dengan PKS. Tapi saya ragu apakah partai-partai nasionalis senior mau menarik garis tegas seperti yang dilakukan PSI,” bebernya lagi.

PKS sendiri telah menjawab tuduhan soal pemerintahan Islam yang dilontarkan PSI. PKS menilai PSI hanya mencari perhatian.

“Ini PSI semua partai lama dilabrak. Golkar, PDIP, dan lain-lain dilabrak. Menurut saya, cuma mau cari perhatian publik aja,” sebut Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini kepada wartawan, Kamis (28/03/2019) lalu.

Sebagaimana diketahui, Partai Solidaritas Indonesia merupakan partai politik berhaluan tengah di Indonesia yang baru didirikan pasca Pemilu tahun 2014 lalu. Dikutip dari laman Wikipedia, partai ini diketuai oleh mantan presenter berita Grace Natalie. PSI ini cenderung mengambil target partisipan kalangan anak muda, perempuan dan lintas agama.

PKS Tanggapi Santai

Bagaimana tanggapan PKS terkait hal ini? Rupanya partai ini merespon dengan santai terkait sikap PSI.

“Kita hargai pendapat semua pihak,” singkat Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Selasa (09/04/2019).

Mardani menambahkan PKS selalu mencintai negeri ini. Mereka juga tak akan berprasangka buruk kepada semua partai politik di RI.

“Dan PKS akan terus mencintai negeri ini, termasuk berprasangka baik dengan semua parpol bahwa dibentuk semata untuk membangun bangsa. Dan bangsa ini perlu selalu berkomunikasi dengan bahasa konstruktif, bukannya dengan bahasa ancaman, apalagi negatif,” sebut Mardani dengan lentuk.

Dan sewaktu ditanya soal adakah peluang bagi PKS untuk berkoalisi dengan PSI ke depannya, Mardani menegaskan PKS hanya mau berkoalisi dengan partai yang mencintai negeri ini.

Dia hanya menyebut PSI sebagai partai baru dengan semangat baru.

“PKS pada prinsipnya siap berkoalisi dengan partai yang punya kecintaan pada negeri ini. PSI partai baru yang vokal dan punya semangat baru. Negeri ini perlu semua elemen kebaikan,” ungkap Mardani kemudian.