Sindir Golput, Megawati: Emang Kamu Makan dari Mana?


SURATKABAR.ID – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberi peringatan kepada masyarakat luas untuk aktif memberikan suara dan tidak menjadi golput dalam perhelatan Pemilu 2019.

Hal tersebut, seperti ditukil dari laman Tempo.co, Kamis (4/4/2019), disampaikan oleh Presiden ke-5 RI ketika menggelar kampanye di Indramayu, Jawa Barat. Megawati melayangkan sindiran pedas kepada mereka yang ribut mau golput.

“Sekarang di Jakarta sudah ribut katanya mau golput. Saya bilang, kamu orang Indonesia bukan, sih? Emang kamu makan dari mana? Apa tidak dari tanah dan air Indonesia,” ujar Megawati di Desa Majakerta, Balongan, Indramayu, Kamis (4/4).

Megawati menilai, masyarakat wajib menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin mengingat perhelatan pemilihan umum yang hanya digelar setiap lima tahun sekali. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut terhadap segala ancaman yang datang dari pihak-pihak tak bertanggung jawab.

“Sekarang sudah mulai ada ancam-mengancam. Kita negara hukum. Kalau ada yang mengancam, orang itu akan ditindak. Jadi jangan termakan,” imbau putri Presiden Pertama RI Soekarno dan Fatmawati tersebut.

Baca Juga: Megawati: Golput Itu Pengecut, Tidak Usah Jadi Warga Negara Republik Indonesia

Bukan hanya itu, ia juga meminta agar masyarakat dapat menahan diri dengan tidak pergi berlibur sebelum terlebih dahulu memberikan suaranya dan mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu 17 April mendatang.

Menurut hasil survei dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) sebelumnya, sebanyak 7 persen jumlah DPT, yakni sekitar 13 juta orang, berencana pergi liburan ketika hari H pencoblosan pada 17 April 2019. Pasalnya, Pemilu 2019 memang diselenggarakan menjelang masa libur panjang.

Tanggal 17 April sendiri telah ditetapkan sebagai hari libur bersama. Dan pada 19 April 2019 merupakan hari libur Paskah alias Jumat Agung memperingati wafatnya Isa Almasih. Kemudian Sabtu dan Minggu, 20-21 April 2019 juga merupakan hari libur.

“Survei kami menunjukkan 7 persen dari jumlah pemilih berencana liburan. Jadi otomatis mereka enggak datang ke TPS dan tidak memilih,” ungkap peneliti dari CSIS Arya Fernandez ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (28/3) lalu.