Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Berikan Setumpuk Uang pada Ustad Abdul Somad, Ada Kisah Menyentuh Dibaliknya


SURATKABAR.ID – Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dikenal sebagai salah satu pendakwah tersohor tanah air berbagi kisah mengharukan. Baru-baru ini, ia bercerita ketika Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memberinya setumpuk uang dalam sebuah video ceramah. Ternyata ada kisah menyentuh dibaliknya. Saat itu, Gubernur menjemputnya di bandara. Ia lantas membagikan ceritanya sambil menangis mengenang ibunya yang telah wafat.

Mengutip Medan.TribunNews.com, Senin (25/03/2019), video ceramah itu juga turut diunggah melalui channel YouTube Tafaqquh pada Jumat (21/03/2019).

Awalnya, UAS bercerita jika almarhumah ibunya merupakan orang yang rajin bersedekah. Almarhumah bersedekah menggunakan uang hasil keringatnya sendiri dari hasil sawit.

Ibunda UAS, Rohana tak pernah meminta uang kepada UAS.  Namun ia tak pernah berhenti bersedekah kepada sesamanya. Atas sedekah itulah UAS menyebutkan saat tiba maut menjemput ibunda, banyak yang mengembalikan sedekah itu berupa sumbangan maupun bantuan dalam jumlah besar. Satu di antaranya adalah bantuan dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Dikisahkan oleh Ustaz Abdul Somad, di hari meninggal ibunya, ia sampai di bandara dan disambut oleh Gubernur Edy Rahmayadi. Di sana, Edy juga memberikan setumpuk uang pada UAS.

Baca juga: Tegaskan Dirinya Tak Netral Soal Politik, Aa Gym Dukung Capres-Cawapres Ini?

“Saya sampai airport dari Jakarta, tak pernah terpikir saya akan dijemput gubernur. Gubernur Sumatera Utara Pak Edy sudah menunggu. Saya dari airport waktu Beliau (Rohana) meninggal. Langsung dikasih Pak Edy duit, tebal,” beber UAS sambil memperagakan banyaknya uang yang diterimanya.

Saking banyaknya, UAS menerangkan uang itu setebal cangkupan tangannya. Para hadirin pun tampak riuh mendengar cerita soal uang dari Pak Gubernur tersebut. Uang dari Edy itu dianggap UAS sebagai balasan sedekah dari ibunya semasa hidup.

“Teringat saya, rupanya duit dia (Rohana) dulu dimasukkannya ke amplop tipis setiap kotak itu duit-duit itu yang dia bagi, duit dia sendiri, duit entah ditahannya selera makan dia, entah duit sawit itu dibagi-bagi,” papar Abdul Somad.

“Aku tak minta duit kau, ini duit aku,” imbuhnya memperagakan Rohana saat berbincang dengan Abdul Somad.

“Malam ini Allah kasih balasannya,” beber UAS.

UAS jadi merasa malu untuk menggunakan uang pemberian dari Edy tersebut. Ia menyebutkan akan menggunakan uang pemberian Gubernur Sumatera Utara untuk membangunkan rumah penghafal Quran untuk ibunya yang telah wafat.

“Saya malu untuk mengambil duit itu, maka duit yang dikasih Pak Gubernur akan saya belikan ke tanah kosong,” tukas Abdul Somad.

“Tanah kosong depan ini punya Wak Idi, saya belum bercakap. Tapi duit itu tak saya makan. Saya mau belikan ke tanah ini, lalu akan saya buat rumah Tahfiz Quran Hajjah Rohana. Jadi anak-anak, kalau mau menghafal quran, nanti di bawah tak ada kelas, di atas nanti. Yang bawah untuk wirid Yasin ibu-ibu, asal jangan bergitar main gaplek,” kelakar Abdul Somad.

Sebagaimana diketahui, Rohana yang merupakan Ibunda Ustaz Abdul Somad meninggal pada Senin (18/03/2019). Melalui Instagram miliknya, @ustadzabdulsomad UAS turut menceritakan kronologi ibundanya, Rohana meninggal dunia setelah subuh.

Sembari mengunggah foto sang bunda saat berada di Mekkah, UAS menuliskan kegiatan terakhir ibunya. Yakni setelah santap sahur dengan niat berpuasa, ibunya melanjutkan untuk melihat ceramah UAS di YouTube. Setelahnya, sang ibu merasa sakit kepala namun tak menghiraukannya. Ibu Rohana malah tetap melakukan persiapan salat subuh.

Setelah mengambil air wudhu, ibunya ditemukan pingsan dan dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia. Dalam unggahannya tersebut, UAS juga menuliskan permintaan ibunya yang tak ingin sakit berlarut-larut sebelum berpulang ke Sang Khalik.

“KITA PUN AKAN KESANA JUA

Senin, 11 Rajab 1440 H / 18 Maret 2019

Seperti biasa, setelah tahajjud dan witir, Mak membaca Qur’an dan zikir yang biasa beliau baca, setelah itu makan sahur.

Selesai santap sahur, Mak masih menonton video taushiyah UAS di YouTube. Kemudian Mak mandi, terasa sakit kepala.

Beliau terus wudhu’ persiapan sholat Shubuh. Lalu pingsan, dibawa ke Rumah Sakit, menghembuskan nafas terakhir.

Persis seperti ucapan Mak selama ini, “Aku kalau bisa, mati jangan pakai sakit lamo-lamo. Kalau bisa mandi dulu, jadi jasad awak bersih. Mandi, ambik aye sembayang, poneng, mati”

Jenazah akan dimakamkan di Kampung Silau Laut, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

71 tahun Allah berikan usia pada Mak. Terimakasih tak terhingga kepada seluruh masyarakat yang telah mendoakan Mak, mohon dimaafkan segala khilaf dan salah Mak kami Hajjah Rohana binti Nuruddin.

اللهم اغفر لها وارحمها وعافها واعف عنها,” tulis UAS.

View this post on Instagram

KITA PUN AKAN KESANA JUA Senin, 11 Rajab 1440 H / 18 Maret 2019 Seperti biasa, setelah tahajjud dan witir, Mak membaca Qur'an dan zikir yang biasa beliau baca, setelah itu makan sahur. Selesai santap sahur, Mak masih menonton video taushiyah UAS di Youtube. Kemudian Mak mandi, terasa sakit kepala. Beliau terus wudhu' persiapan sholat Shubuh. Lalu pingsan, dibawa ke Rumah Sakit, menghembuskan nafas terakhir. Persis seperti ucapan Mak selama ini, "Aku kalau bisa, mati jangan pakai sakit lamo-lamo. Kalau bisa mandi dulu, jadi jasad awak bersih. Mandi, ambik aye sembayang, poneng, mati" Jenazah akan dimakamkan di Kampung Silau Laut, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. 71 tahun Allah berikan usia pada Mak. Terimakasih tak terhingga kepada seluruh masyarakat yang telah mendoakan Mak, mohon dimaafkan segala khilaf dan salah Mak kami Hajjah Rohana binti Nuruddin. اللهم اغفر لها وارحمها وعافها واعف عنها

A post shared by Ustadz Abdul Somad (Official) (@ustadzabdulsomad) on