Duh! Gara-gara Hal Sepele Ini, Guru SMP Dianiaya Orangtua Murid di Kelas


SURATKABAR.ID – Seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Mamuju harus jatuh tersungkur saat dihantam bogem mentah oleh salah satu orangtua muridnya sendiri. Guru pria yang bernama Herlawan Ahlak Hansyah merupakan salah satu pengajar di SMP Negeri 6 Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Ia dihajar oleh seorang orangtua murid, di depan murid-murid sekolahnya. Herlawan Ahlak Hansyah menerima penganiayaan tersebut saat tengah mengajar di depan kelas.

Dikutip dari laporan TribunNews.com, Kamis (14/03/2019), penyebab penganiayaan itu pun sebenarnya sepele. Orangtua murid dikabarkan tidak terima, karena Pak Guru Herlawan menghukum anaknya. Tapi hukuman tersebut dilayangkan gara-gara sang murid tak mau merapikan seragam seolah yang dikenakannya.

Melansir Kompas.com, Heri Ardiansyah yang merupakan kerabat korban kemudian menceritakan bahwa insiden penganiayaan ini terjadi pada Rabu (13/03/2019).

Pelaku yang berinsial nama A itu tiba-tiba menghantamkan tinju ke arah korban hingga pak guru pun jatuh tersungkur. Penganiayaan yang berlangsung di ruang kelas ini terjadi bahkan saat siswa-siswi tengah mengikuti proses belajar.

Akibatnya, proses belajar mengajar yang sebelumnya tengah berjalan lancar itu pun mendadak menjadi buyar karena terjadinya insiden kekerasan ini.

Baca juga: KPAI Sesalkan Guru dalam Video Viral yang Tonton Film Biru di Kelas

Pada hari Rabu itu, A datang karena memenuhi undangan mediasi pihak sekolah atas dugaan kasus kekerasan oleh korban ke anaknya.

Namun sebelum bertemu dan membuat kesepakatan serta penyelesaian secara kekeluargaan, penganiayaan itu malah terjadi.

“Awalnya kedua pihak dipertemukan di sekolah yang dimediasi kepala sekolah. Namun belum terjadi mediasi kekerasan itu trejadi hingga korban jatuh setelah dipukul pelaku,” beber Heri.

Mengenai dugaan kekerasan terhadap siswa yang dilakukan korban, Heri mengungkapkan jika siswa tersebut memang dihukum oleh korban.

Hukuman diberikan karena siswa tidak mematuhi perintah untuk merapikan bajunya. Namun rupanya siswa yang duduk di bangku kelas VII tersebut tidak terima dihukum oleh korban, sehingga lalu melaporkan ke orangtuanya.

Ditegaskan Heri, pihak keluarga guru Herlawan akan segera membawa kasus ini ke ranah hukum. Adapun saat ini korban mengalami memar di kepala dan terus muntah-muntah sehingga dirawat secara intensif. Herlawan dirawat di Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju.